KAPOL.ID – Olahraga tinju di Kota Tasikmalaya kian populer. Di beberapa tempat berdiri sasana dengan peminat yang cukup berarti. Tinju memang salah satu aktivitas intens yang bisa diikuti oleh siapa saja.
Hasil penelitian medis, pergerakan terus menerus yang dilakukan dalam olahraga ini menambah aktivitas kardio. Satu sesi tinju dapat secara signifikan menambah kualitas kesehatan jantung untuk jangka waktu yang lama.
Latihan kardio sudah menjadi hal yang wajib dilakukan dalam kehidupan modern ini yang cenderung membuat tubuh menjadi pasif. Jika tertarik dengan latihan olah raga tinju, sekarang di kawasan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, berdiri sasana tinju bernama Satria Boxing Camp Tasikmalaya. Siapa pun yang tertarik bisa datang langsung ke Jl Raya Purbaratu No.2 Kota Tasikmalaya.
Menurut Ketua Sasana Boxing Camp Tasikmalaya, Ade Purnama di sasana ini cukup lengkap. Mulai dari sarung tinju, samsak dan bola hinder sudah tersedia. “Jadi, bagi yang tertarik hanya tinggal datang saja,” kata Ade.
Dewan Pembina Satria Boxing Camp Tasikmalaya, Hendra Budiman mengatakan, semua orang bisa datang ke sasana ini.
“Di sasana kami yang dikedepakan adalah kebersamaan. Di sini bisa latihan sepuasnya sampai kapan pun. Tapi nanti kita lihat keseriusan mereka untuk berlatih tinju,” ujar Hendra.
Ditambahkan Hendra, bukan hanya peralatan yang disiapkan oleh Satria Boxing Camp Tasikmalaya, tetapi juga pelatih.
“Ada dua pelatih yang siap menemani berlatih teman-teman yang penasaran dengan olahraga fisik ini. Mereka adalah M Daniel dan Dede Banpol. Untuk yang ingin belajar teknik bisa menanyakan langsung ke M Daniel. Dia pelatih jebolan Garuda Boxing Camp. Sementara yang ingin belajar fisik bisa bertanya pada Dede Banpol.” jelas Hendra.
Manager Sasana Boxing Camp Tasikmalaya, Tesar Taufan, menceritakan, lahirnya tempat latihan ini diawali dengan kegemaran Ade Purnama akan olahraga.
“Kita melihat di Purbaratu banyak remaja dan pemuda potensial untuk olah raga bela diri ini. Ade Purnama itu sudah menggemari tinju sejak kecil. Jadi ketika melihat beberapa remaja dn pemuda di sini cukup potensial, dia merintis sasana dari nol,” ungkap Tesar.
Selain berharap akan melahirkan petinju-petinju amatir, Tesar yakin sasana ini akan mengikis stigma yang tersemat jika daerah Purbaratu remaja dan pemudanya bengal, ucap Tesar.
Kini sejak kemunculan sasana Satria Boxing Camp Tasikmalaya sudah ada 15 orang yang rutin berlatih. “Sebanyak 7 orang berasal dari luar Purbaratu dan 8 orang asli warga sini. Bukan hanya itu, lima dari yang berlatih ini sebagian dipersiapkan untuk ikut Porda 4 tahun depan,” ujar Tesar. [dum]












