KABAR POLISI

Rekonstruksi Pemuda Mabuk Tewas Dikeroyok Warga, Diwarnai Perdebatan

×

Rekonstruksi Pemuda Mabuk Tewas Dikeroyok Warga, Diwarnai Perdebatan

Sebarkan artikel ini
Dua dari lima pelaku pengeroyokan pemuda mabuk di Cikong dengan brutal Memukul kepala dan tubuh korban. Sedangkan tak jauh dari lokasi itu ada tiga orang warga yang hanya melihat saja. Hal tersebut terlihat saat dingelar rekonstruksi di Mako Polres Tasikmalaya, senin (19/12/2021). (Foto: kapol.id/Adji Shg)

KAPOL.ID–Kasus tewasnya seorang pemuda mabuk yang mencari janda di Kecamatan Cikalong, direkonstruksi. Rekonstruksi yang berlangsung di halaman Mako Polres Tasikmalaya tersebut diperagakan oleh lima orang pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Rekonstrukai dilakukan mulai dari kedatangan Uci, sang korban, ke kampung Bantarpari. Dirinya bermaksud mencari Sunarti. Uci yang dalam kondisi mabuk berat membuat resah warga.

Baca juga: Niat Apeli Janda, Pria 50 Tahun Malah Kena Amuk Massa Hingga Tutup Usia

Saat rekonstruksi berlangsung, tiga pelaku terlihat sedikit bingung. Karena beberapa adegan yang diperagakan kurang sesuai dengan pengakuan saat BAP. Untuk beberapa saat terjadilah perdebatan antara petugas dengan pelaku dan juga pihak pengacara.

Akibatnya, rekonstruksi adegan pembunuhan pun sempat terhenti beberapa saat, demi menyegarkan ingatan pelaku pada peristiwa tersebut. Menanggapi hal tersebut, pengcara kelima tersangka, Andri Suryadin mengaku bahwa sejak awal pemeriksaan pihaknya tidak dilibatkan.

Baca juga: Pengeroyok Pria yang Apeli Janda, 5 Orang Jadi Tersangka

“Padahal seharusnya kami ikut mendampingi. Makanya, saya amati dari awal adegan hingga terakhir, kelihatannya ada beberapa adegan yang sepertinya tidak ada kesesuaian dengan yang terjadi sebenarnya di TKP,” terang Andri, Senin (20/12/2021).

Atas dasar tersebut, Andri kemudian menduga bahwa yang benar-benar pelaku pembunuhan bukan lima orang, melainkan hanya dua orang. Yaitu Parino dan Sahid. Sementara Mustopa (Ketua RT), Marimun (anggota Linmas) dan Samiun (Ketua Pemuda) tida melakukan pemukulan sama sekali.