Pelaku Pencabulan Santriwati Bukan Pemilik Pesantren

KH. Atam Rustam

KAPOL.ID–Mencuatnya kasus pencabulan yang dilakukan oleh AS terhadap beberapa santri menjadi tamparan keras bagi banyak pihak. Mulai dari pemerintah hingga ulama. Sekalipun lokus kejadian hanya di satu pesantren di wilayah Tasikmalaya bagian selatan.

Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Drs. K. H. Atam Rustam, M.Si menjadi salah satu pihak yang paling keras bereaksi, atas kasus tersebut. Dirinya bahkan sampai hadir dalam acara komperensi pers Polres Tasikmalaya, beberapa waktu lalu.

K. H. Atam yang biasa terlihat ramah dan selalu menebar senyum jika disapa awak media, kali itu wajahnya terlihat seperti memendam rasa kecewa mendalam. Komentarnya pun tegas.

“Tolong dikoreksi dengan baik, pelaku itu bukan pemilik pesantren, tetapi guru ngaji di pesantren tersebut,” tegas Atam.

Atas kejadian tersebut juga, Pimpinan Pesantren Sukamanah itu juga berharap tidak sampai ada provokasi yang bakal memunculkan citra negatif terhadap institusi pesantren. Karena menurutnya, pesantren merupakan lingkungan pendidikan yang paling memberikan jaminan keamanan dan kehormatan bagi santrinya.

“Setip santri yang masuk ke pendidikan pesatren, tentu itu sudah harus menjadi tanggung jawab pengelola dan guru ngajinya. Bukan hanya sebatas pada pendidikannya, namun juga keselamatan jiwa dan kehormatannya,” lanjutnya.

Sebagai respon atas kejahatan asusila tersebut, tambah Atam, pihaknya bersama pemerintah akan segera membuat regulasi pengawasan terhadap lingkungan pesantren. Sehingga tidak ada perilaku menyimpang kembali.

“Kami akan segera melakukan rapat bersama pemerintah dan para ulama, kususnya para pengelola pesantren, untuk merumuskan tentang aturan atau pola pengawasan di lingkungan pesantren,” tandasnya.