oleh

Ali Rasyid, Citanduy Kudu Ngagenclang

KAPOL. ID- Anggota Komisi 5 DPRD Jawa Barat, Ali Rasyid merespon positif kegiatan jambore tanam 2 yang dilaksanakan di hulu sungai Citanduy pada Sabtu dan Ahad lalu.

Langkah yang dilakukan kaum milenial dari berbagai komunitas pecinta lingkungan, sangat tepat melakukan penanaman pohon sebagai wujud nyata dalam membela alam.

“Sangat luar biasa apa yang dilakukan teman-teman pecinta alam di kaki sungai Citanduy. Ini langkah yang mulia dalam membela alam, ” kata Ali Rasyid.

Ali Rasyid sendiri sengaja hadir ke tengah-tengah peserta jambore untuk memberikan suport dan ikut menanam pohon bersama peserta lainya. Setiap anak diwajibkan menanam lima pohon dan harus dirawat sampai tumbuh besar.

Dengan berjalan kaki, Ali Rasyid rela menyusuri jalan setapak yang licin dan terjal untuk bisa ke lokasi tanam di Leuwitiris, Kampung Cikadu, Desa Guranteng yang ada di kaki gunung Cakrabuana.

“Citanduy kudu ngagenclang, sungai terjaga rakyat sejahtera. Tata kelola sungai harus diperbaiki agar air sungai jernih atau ngagenclang dan tidak menyebabkan bencana,” ucapnya.

Kerusakan kaiwasan aliran sungai termasuk di daerah hulu sungai akibat tata kelola yang tidak baik saat ini Citanduy berdampak sangat luas. Di wilayah tengah di daerah Kecamatan Sukaresik kerap terjadi banjir. Begitu juga di kawasan Kalipucang juga terjadi banjiri.

Di bagian hilir tepatnya di muara terjadi sedimentasi atau pendangkalan sungai dan ini sangat berdampak pada kerusakan ekosistem hayati biota laut. Kondisi ini akan berdampak bagi para nelayan karena hilangnya mata rantai perikanan di laut akibat kerusakan sungai.

“Gerakan nyata memelihara sungai harus terus dilakukan. Jika sungai Citanduy airnya jernih jelas akan berdampak besar bagi kesejahteraan petani dan nelayan juga masyarakat lainnya yang tinggal di aliran sungai,” katanya.

Sungai Citanduy sendiri melintasi lima Kabupaten kota di Jawa Barat dan menjadi simbol peradaban. Kondisinya harus diselamatkan agar aliran sungai bisa menjadi berkah bagi kehidupan manusia dan ekosistem air lainnya.

Komentar