Connect with us

PENDIDIKAN

Ali Rasyid Minta Pemerintah Lakukan Studi Sebaran Covid-19 di Daerah

|

 

KAPOL.ID- Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Ali Rasyid meminta agar pemerintah Jawa Barat segera melakukan studi atau penelitian sebaran Covid-19 di daerah, termasuk di Kabupaten Tasikmalaya.

Itu penting dilakukan agar daerah bisa segera mengambil langkah taktis dan strategis utamanya di bidang pendidikan.

Jika hasil studi atau penelitian sebaran Covid-19 rendah dan hasilnya aman, maka daerah bisa menggelar proses belajar mengajar dengan normal.

“Studi atau penelitian sebaran Covid-19 di daerah sangat penting dilakukan pemerintah. Karena angka positif di Kabupaten Tasikamlaya sangat rendah. Apalagi di perkampungan. Sehingga kalau risetnya aman kan sekolah bisa dibuka, dan proses belajar mengajar bisa dijalani dengan normal,” katanya.

Permintaan Ali Rasyid tersebut disampaikan langsung kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Jawaban Gubernur terhadap pandangan umum fraksi-fraksi perihal Raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2019 di gedung DPRD Jabar Senin (20/7/20) malam.

Diakui Ali Rasyid, saat ini banyak anak anak yang sudah merasa jenuh belajar di rumah dan ingin belajar tatap muka kembali. Hanya saja vandemi Corona memaksa anak-anak belajar di rumah demi keselamatan nyawa anak-anak itu sendiri.

“Kan kalau hasil studi nya aman sekolah bisa segera melakukan belajar tatap muka di sekolah. Makanya studi penting dilakukan oleh pemerintah daerah,” kata Ali Rasyid.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan pihaknya akan segera menggeser zonasi hijau itu ke tingkat kecamatan dari sebelumnya tingkat kabupaten kota.

Nantinya kata dia, kecamatan yang kondisinya zona hijau dan tidak ada yang positif Corona bisa menggelar kegiatan belajar tatap muka. Namun dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Hasil laporan yang diterimanya, untuk kecamatan yang tidak ada satupun positif Corona nya bisa menggelar kegiatan belajar mengajar dan itu sudah dilakukan di beberapa kecamatan.

“Ini butuh dukungan semua pihak terutama para orang tua. Jika orang tua merasa tidak nyaman, sekolah tidak bisa memaksa untuk menggelar kegiatan tatap muka,” katanya.***

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *