KAPOL.ID – Gedung DPRD Jawa Barat di Jalan Diponegoro kembali menjadi saksi pentingnya fungsi pengawasan legislatif. Dalam Rapat Paripurna yang digelar Senin (11/5/2026), DPRD Jabar secara resmi menyerahkan rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025.
Bukan sekadar formalitas, rekomendasi ini merupakan hasil “bedah” mendalam yang dilakukan oleh Panitia Khusus (Pansus) XIII.
Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna, menegaskan bahwa catatan-catatan tersebut harus menjadi kompas bagi Pemprov Jabar dalam menyusun perencanaan dan anggaran di masa mendatang.
”Alhamdulillah, Pansus XIII telah menuntaskan tugasnya. Rekomendasi ini adalah bentuk kontribusi konstruktif kami agar kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus membaik dari tahun ke tahun,” ujar Buky di hadapan peserta rapat.
Wakil Ketua Pansus XIII, Hasim Adnan, saat membacakan laporan menyebutkan ada sekitar 83 poin rekomendasi yang disodorkan kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Sektor pembangunan manusia menjadi sorotan utama, terutama menyangkut urusan dasar rakyat.
Hasim memaparkan, meski ada progres, urusan kesehatan ibu dan anak serta angka kematian balita masih memerlukan “tangan dingin” pemerintah agar layanannya merata hingga pelosok.
”Masalah stunting juga masih jadi tantangan besar. Perlu intervensi yang benar-benar terintegrasi, bukan sekadar jalan sendiri-sendiri,” tegas Hasim.
Tak hanya kesehatan, Hasim juga menyentil soal lingkungan hidup. Ia menyoroti alokasi anggaran sektor lingkungan yang hanya bertengger di angka 0,4 persen. Menurutnya, angka tersebut perlu dievaluasi jika Jabar memang serius membangun lingkungan yang berkelanjutan.
”Soal sampah, kualitas air, dan udara itu isu krusial. Anggaran 0,4 persen tentu harus kita kaji lagi keseriusannya,” tambahnya.
Momentum Koreksi Menuju Jabar Istimewa
Di sektor infrastruktur dan sosial, DPRD meminta adanya penguatan link and match antara dunia pendidikan (vokasi) dengan industri agar angka pengangguran bisa ditekan lewat kemitraan yang nyata.
Menutup penyampaiannya, Hasim Adnan yang dikenal religius ini mengutip sebuah hadis tentang pentingnya hari esok yang lebih baik dari hari ini. Ia berharap di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi (KDM), Jawa Barat bisa melakukan lompatan besar.
”Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah orang yang beruntung. Kita ingin kepemimpinan KDM ke depan benar-benar membawa perubahan nyata. Kami minta Gubernur bentuk tim khusus untuk tindak lanjuti rekomendasi ini,” pungkasnya.
Rekomendasi ini pun diserahkan langsung kepada Gubernur Dedi Mulyadi dengan harapan besar: membawa Jawa Barat menjadi provinsi yang benar-benar Istimewa, berkeadilan sosial, dan minim kesenjangan. ***












