oleh

Alokasi Anggaran Covid-19 Pemkab Tasik tidak Rinci, Dewan Kesal Betul

KAPOL.ID–Kesan kekesalan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tasikmalaya tampak pada rapat Badan Anggaran, Selasa (19/5/2020).

Pada rapat yang berlangsung di ruang paripurna gedung DPRD tersebut, dari pihak pemerintah hadir di antaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya, Mohammad Zen.

Pasal perkara, setelah melewati sekitar lima kali pertemuan, pihak pemerintah belum juga terbuka soal rincian alokasi anggaran untuk penanggulangan Covid-19. Padahal refocussing kegiatan dan realokasi anggaran sudah dipersilahkan pusat beberapa bulan lalu.

Asep Muslim, anggota Banggar dari Partai Kebangkitan Bangsa, termasuk yang paling keras dalam berargumen. Bahkan, kalau perlu, ia tak segan menempuh jalur hukum. Dengan kekuatan Undang-undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“APBD itu bukan rahasia negara. Silahkan cek undang-undang tersebut (No. 14 tahun 2008. Publik berhak tahu; berapa dan untuk apa saja? Bagaimana bisa tahu, Banggar saja tidak pernah diberi tahu,” terang Asep Muslim.

Sebagai anggota legislatif, yang menurut undang-undang adalah penyelenggara pemerintahan daerah bersama-sama dengan bupati, Asep merasa marwah DPRD telah diciderai. Baginya, ada kesan eksekutif berjalan sendiri, meninggalkan peran serta legislatif.

“Artinya jangan pincang. Kalau eksekutif berjalan sendiri, legislatif ditinggalkan, ini pincang. Kita ini sama-sama penyelenggara pemerintah. Jadi, tolong proporsional gitu lho,” tambahnya.

Sebagai wakil rakyat yang sering bersentuhan langsung dengan rakyat, Asep mengaku bisa saja mendapat pertanyaan dari masyarakat soal anggaran penanggulangan Covid-19. Namun, karena ia sendiri tidak pernah tahu, tentu tidak akan mampu menjawab pertanyaan tersebut.

“Kalau pimpinan mau mengambil langkah politik, silahkan. Saya akan mengambil langkah hukum. Cape! Sudah lima kali kita dibeginikan terus dari awal,” tegas Asep.

Komentar