OPINI  

Analisa Politik Suara Pilrek Unsil 2022-2026

Oleh Tingting Sasmita Natanagara
Pemerhati Pendidikan dan Publik dari Bogor

Pemilihan calon rektor Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya telah usai banyak hal yang unik jika tidak dikatakan cantik?.

Dilihat dari kacamata politik, ada beberapa analisa yang bisa muncul menarik untuk dikaji.

Hari Rabu, 19 Januari 2022 adalah hari dimana para Balon Rektor (balrek) mendapat kesempatan untuk mengemukakan visi dan misinya di depan sidang senat terbuka Guru Besar Universitas Siliwangi (Unsil).

Dilanjutkan dengan sidang senat tertutup, untuk menentukan pilihan secara demokratis Rektor Unsil 2022-2026.

Dari hasil perolehan hasil sidang tertutup senat, tampak susunan perolehan suara Pilrek 2022-2026 yang dimenangkan oleh suara untuk Dr. Nundang Buseri, MS., M.T dengan perolehan suara yang sangat signifikan 10 suara.

Bisa jadi ini merupakan suara yang cantik, betapa tidak dari 25 anggota senat yang mengikuti pemilihan Pilrek Unsil 2022-2026, raihan suara Dr. Nundang jauh mengungguli kandidat yang lainnya.

Artinya cantik disini karena Sang Design bisa melihat bahwa 15 suara lainnya adalah suara fals dan sumbang. Terdistribusi atau terpolarisasi pada pusat-pusat kekuatan dari ketujuh balon Rektor Unsil 2022-2026.

Pusat kekuatan magnet yang kedua adalah suara untuk Dr. Gumilar Mulya, Drs., M.Pd dengan 6 suara. Berikutnya diperoleh Prof. Dr. Is Marwan, Drs. S.H. M.Pd memperoleh suara 5.

Sedangkan balon eksternal Prof. Muradi M.Sc, M.A, Ph.D raihan suaranya 4. Dua balon lainnya belum beruntung dalam kaca mata politik adalah Drs. Tommi Apriantono, M.Sc. Ph.D. dan Prof.Dr. Nandang A.Deliarnoor, S.H., M.Hum sebanyak 0 suara.

Ada satu balon dari intern yang tidak beruntung adalah Dr. Supratman, Drs. Mpd yaitu sebanyak 0 suara.

Apa yang unik dari kasus di atas?. Bila dilihat secara sekilas mungkin merupakan hal yang biasa-biasa saja.

Dari analisa politik, mari kita lihat bahwa ada 3 anggota senat yang ikut dalam balon Pilrek yaitu Dr. Supratman, Drs., M.Pd., Prof. Dr. Iis Marwan, Drs., S.H., M.Pd. dan Dr. Nundang Busaeri, Ir., M.T.

Artinya, ketiga orang ini telah ikut memberikan suaranya untuk dirinya sendiri. Seperti yang diberikan oleh Drs., M.Pd., Prof. Dr. Iis Marwan, Drs., S.H., M.Pd. dan Dr. Nundang Busaeri, Ir., M.T.

Tetapi yang suara dari Dr. Supratman, Drs., M.Pd. ternyata tidak memberikan suara untuk dirinya sendiri.

Artinya diberikan kepada orang lain.
Walhasil kayanya sangat lucu deh bila anggota Senat ikut jadi balon Pilrek dan ikut nyoblos.

Nah dari kejadian ini tampak ada satu suara yaitu Dr. Supratman, Drs., M.Pd. yang masuk dalam kotak balon Pilrek yang satu dari Pilrek Ekstern dan tiga dari balon pilrek intern.

Lucu kan?. Betapa kuatnya magnet di keempat kotak balon pilrek hingga dirinya pilih ke-empat kotak balon pilrek dan lupa bahwa dirinya juga adalah juga balon pilrek (Lupa nyoblos suara dirinya sendiri).

Pertanyaan berikutnya kok bisa Pak Dr. Nundang Busaeri, Ir., M.T dapat suara 10. Pikiran orang waras bisa saja berargumentasi misalnya oh kan dia ini Walrek yang sangat berpengaruh dan mampu berkomitmen dengan siapa saja anggota senat?

Oh kan beliau ini anggota senat yang paling kaya dan punya lahan bisnis yang menggiurkan. Bisa saja bilang begitu. Iya kan, maklum manusia.

Ok, bagus berarti ada sesuatu yang jadi bahan untuk dijadikan produk komitmen. Mungkin janji, mungkin materi dan serba mungkin. Ya sama juga yang terjadi pada kotak magnet di balon pilrek lainnya yang dapat suara.

Penonton hanya bilang ternyata itulah kondisi senat Unsil yang dibanggakan warga masyarakat se-Priangan Timur.

Publik akan menilai paparan visi dan misi para balon pilrek dan tahu siapa yang pantas jadi Rektor Unsil terpilih. ***