Bangun Jejaring Payung Geulis di Singapura

SINGAPURA, (KAPOL).- Peningkatan kapasitas komunitas kreatif ke Singapura dimanfaatkan maksimal dari perwakilan Kota Tasikmalaya, URGTSK. Selain pemasaran produk khas daerah, juga ikut mempopulerkan dan membangun jejaring di negeri Singa.

“Ini kesempatan yang luar biasa, Tasik punya produk heritage Payung Geulis dan saya tertarik untuk memperkenalkan dan mengajak masyarakat membuat Payung Geulis dengan metode makerspace,” kata Perwakilan Komunitas URGTSK Uyung Aria dalam pernyataan tertulis yang diterima KAPOL.

Selama lima hari hingga akhir pekan ini, bersama 17 komunitas kreatif se-Jawa Barat belajar mengenai wadah kreatif dan ekosistem ekonomi kreatif.

Beberapa diantaranya seperti National Design Centre Singapore, Design Orchard, ACE SG, Enterprise Singapore, URA dan Tampines Hub.

“Sekaligus mempersiapkan sumberdaya bagi pengelola Gedung Creative Center. Tentunya kami berharap komunitas kreatif yang ikut belajar di Singapura ini akan menjadi inspirasi kemudian pengalaman berharga ini akan ditularkan ke teman-teman lainnya,” kata Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Azis Zulficar.

Pajak

Pihaknya berharap komunitas kreatif mitra Pemerintah Daerah bisa terus meningkatkan daya saing ekonomi dari komunitas kreatif itu sendiri.

Gedung Creative Center sendiri sudah dimulai sejak 2019 di kabupaten dan kota, termasuk Bogor dan Cirebon. Tahun 2020 akan ada 12 pembangunan DED (Detail Enginering Design) lalu nanti sampai ke 2023 nanti akan dibangun bertahap.

“Target kami adanya kerja sama supaya nanti setelah ada MOU antara Jawa Barat dan NDC Singapura ini bisa diikuti juga dengan daerah lain. Sebab indusri pariwisata didalamnya terdapat peran komunitas kreatif, dan pariwisata menjadi penghasil devisa,” kata Azis. (KP-11)***

Diskusikan di Facebook