Batik Sukapura dan Kopi Cigalontang Didorong Kpw Bank Indonesia Tasik

  • Bagikan

KAPOL.ID –
Pelaku UMKM Batik Sukapura dan Kopi Cigalontang mendapat dorongan dari Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia Tasikmalaya awal pekan ini.

Bantuan sarana berupa rumah jemur, gudang dan mesin rumput untuk mendukung pengembangan usaha klaster kopi Gunung Raja, Cigalontang.

Serta sarana dan prasarana pendukung proses pertanian pada Kelompok Tani Sri Mukti 1, sebagai program pengembangan UMKM.

“Kami berharap bantuan ini dapat mendukung pemberdayaan dan pengembangan UMKM di sektor pertanian.”

“Khususnya produk yang memiliki orientasi pasar ekspor untuk memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Jawa Barat dan nasional,” ujar Kepala Kpw Bank Indonesia Tasikmalaya, Darjana dalam pernyataan tertulis yang diterima KAPOL.ID, Selasa (1/6/2021).

Pola pembinaan kepada UMKM selama ini, kata dia, dilakukan dari hulu ke hilir. Disesuaikan dengan karakteristik dan tahapan usaha.

Mulai dari aspek kelembagaan dan SDM, keuangan, produksi, serta pemasaran.

“Sejalan dengan kunci pemulihan ekonomi, salah satunya para pelaku UMKM,” ucapnya.

Di lokasi berbeda, pihaknya juga memberikan bantuan berupa rumah produksi Batik Sukapura di Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya.

Bantuan tersebut merupakan kelanjutan program sosial Bank Indonesia pada tahun 2019 berupa sarana dan prasarana.

“Pendampingan yang telah diberikan meliputi pelatihan pembuatan motif, teknik mencanting dan pewarnaan dengan mendatangkan ahli batik,” katanya.

Batik khas Kabupaten Tasikmalaya ini diikutsertakan berbagai pameran berskala nasional seperti Karya Kreatif Indonesia (KKI), Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) dan Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) serta Pagelaran Kreasi Priangan Timur (PKPT).

Batik Sukaraja, tutur Darjana, merupakan salah satu produk UMKM yang lolos kurasi sebagai wastra nusantara yang digunakan dalam gelaran fashion show pada acara event KKJ dan PKJB.

Industri batik Indonesia telah berperan besar dalam mendorong perekonomian nasional.

Didominasi oleh industri kecil dan menengah (IKM) ini tersebar lebih dari 100 sentra di Indonesia.

Dengan jumlah 47 ribu unit usaha dan telah menyerap tenaga kerja lebih dari 200 ribu orang.

“Andil dalam pemulihan ekonomi nasional di sektor UMKM selama pandemi covid-19 akan sangat terasa.”

“Optimisme harus tetap terbangun agar perekonomian masyarakat tumbuh,” katanya. ***

  • Bagikan