KABAR PRIANGAN ONLINE – Suasana haru dan bangga menyelimuti aula SMP Negeri 2 Conggeang saat sekolah tersebut menggelar acara perpisahan siswa kelas 9 serta kenaikan kelas 7 dan 8 untuk tahun pelajaran 2025/2026.
Momen ini menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan menengah pertama bagi para siswa sebelum mereka melangkah ke jenjang yang lebih tinggi, yakni SMA atau SMK.
Dalam sambutannya, Kepala SMPN 2 Conggeang, Ibu Iloh Tusilah, S.Pd., menyampaikan pesan yang mendalam. Ia menekankan bahwa perpisahan ini bukanlah akhir, melainkan gerbang pembuka menuju tantangan yang lebih besar.
”Hari ini, Ibu melepas kalian dengan rasa bangga sekaligus haru. Kalian telah menorehkan banyak cerita di Spenduco, namun kini saatnya kalian terbang lebih tinggi,” ujar Ibu Iloh Tusilah, S.Pd. Selasa (24/6)
Di balik keberhasilan siswa hari ini, Ibu Iloh memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran pendidik SMPN 2 Conggeang. Ia menegaskan bahwa transformasi para siswa menjadi pribadi yang lebih baik tidak lepas dari tangan-tangan dingin para guru yang bekerja dengan penuh ketulusan.
”Di ruangan ini, ada guru-guru hebat yang tidak hanya mengajar di depan kelas, tetapi juga menjadi penanam benih karakter. Dengan kesabaran tanpa batas dan ketelatenan yang luar biasa, Bapak dan Ibu guru kita telah menghadapi berbagai dinamika karakter anak-anak dengan kelembutan hati. Mereka adalah pelita yang rela meredupkan ego demi menyalakan masa depan siswa-siswanya,” tutur Ibu Iloh dengan nada haru.
Momen tersebut semakin menyentuh ketika perwakilan orang tua siswa menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran pendidik. Dengan suara yang terbata menahan haru, perwakilan orang tua mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas dedikasi para guru yang melampaui tugas administratif semata.
”Kepada Bapak dan Ibu guru yang kami cintai, terima kasih telah menjadi orang tua kedua bagi anak-anak kami. Kami menyaksikan sendiri bagaimana Bapak dan Ibu begitu sabar, sangat telaten, dan tidak pernah lelah menghadapi lika-liku proses belajar anak-anak kami yang kadang penuh tantangan. Bapak dan Ibu tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga mencurahkan kasih sayang yang tulus dalam membimbing mereka. Kami sadar, membentuk karakter anak-anak kami adalah amanah besar yang telah Bapak dan Ibu tunaikan dengan dedikasi luar biasa. Tiada kata yang mampu membalas kebaikan Bapak dan Ibu, selain doa agar setiap tetes keringat dan kesabaran yang diberikan menjadi jariyah yang tak pernah putus,” ungkap perwakilan orang tua siswa dengan tulus.
Acara yang dipenuhi dengan rasa syukur ini menjadi bukti kebersamaan yang erat antara guru, orang tua, dan siswa. Dengan semangat “Bismillah”, para lulusan kini melangkah dengan percaya diri untuk melanjutkan studi ke jenjang SMA/SMK, membawa bekal karakter positif yang telah dibentuk dengan penuh kasih sayang oleh para guru di SMP Negeri 2 Conggeang. (GUH)***






