KAPOL.ID –
Dari sekira 500 ribu anak tidak sekolah (ATS) se-Jawa Barat, ada 7.400 anak berada di wilayah Kota Tasikmalaya per tahun 2026 ini.
Jumlah tersebut berkurang menjadi 4.500 anak setelah kolaborasi berbagai pihak bersama Pemkot Tasikmalaya.
“Jika se-Jawa Barat, kita ini masuk lima besar dengan ATS tersedikit setelah melalui berbagai intervensi.”
“Sudah ada sekitar 2.800 anak yang kembali bersekolah,” kata Kepala Disdik Kota Tasikmalaya, Rojab Riswan, Rabu (5/8/2026).
Pihaknya juga melibatkan berbagai elemen pemerintahan di wilayah untuk pencegahan dan penanganan anak tidak sekolah.
Seperti Kemenag, Biro Pusat Statistik (BPS), juga relawan pendidikan muhamadiyah yang ikut memberikan perhatian kepada ATS.
“Hari ini yang 4.000 itu akan mengintervensi by name by address, sekaligus memverifikasi ke lapangan melalui NISN.”
“Kita mencari penyebab pasti, dan mengajak anak tersebut kembali bersekolah dengan ruang-ruang yang tersedia,” katanya.
Rojab menjelaskan, banyak faktor yang menyebabkan ATS. Mulai dari faktor ekonomi, pindah domisili, atau sudah meninggal.
Merujuk pada target provinsi Jabar, setidaknya dapat berkurang 20 persen dari total keseluruhan bahkan lebih.
“Maka dari itu, database dari Kemdiknas ini kita pastikan dahulu. Lalu nanti penanganannya seperti apa.”
“Termasuk juga berbagai program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dengan Sekolah Rakyat, juga Program pak wali Tasik Pintar,” ujarnya. ***












