Di Banjar, Insentif Nakes Covid-19 Meringis

  • Bagikan

KAPOL.ID-
Puluhan Tenaga Kesehatan Satgas Covid-19 Kota Banjar, terpaksa harus menelan pil pahit.

Pasalnya, dana insentif dari pemerintah kota tidak bisa diterima seperti biasanya.

Hardiwan Susanto, salah seorang orang tua tenaga kesehatan mengaku, insentif yang diterima anaknya bulan ini berbeda jauh dari sebelumnya.

“Biasanya insentif sebesar empat juta rupiah per bulan. Sekarang hanya tinggal setengahnya saja,” kata Hardiwan yang ditemui di kediamannya di Desa Raharja, Kec. Purwaharja, kemarin.

Kondisi tersebut diperparah dengan dana insentif yang tinggal separuhnya itu mesti dipotong pula akibat absen Taufik (31), anak sulungnya Hardiwan.

Terlebih menghadapi masa lebaran, kesedihan Hardiwan tak dapat terelakan.

“Entah apa alasannya, saya juga kurang faham. Yang jelas itu (Intensif) dipotong dan malah di kurangi akibat absen. Sungguh sangat mengecewakan,” keluhnya.

Dikatakannya, hingga saat ini sang anak tengah menjalani isolasi mandiri akibat terpapar virus Covid-19.

Dan tidak ada perhatian sedikit pun dari RS. Asih Husada, tempat anaknya bekerja.

“Jangankan memulihkan insentif, perhatian pun tidak ada. Sebagai orang tua saya merasa sedih,” katanya.

Di lain pihak, Kabid Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Banjar, drg. Robby Subianto mengaku mendengar kabar tersebut.

Kendati demikian, pihaknya belum menerima laporan dari RS Asih Husada yang secara tanggung jawab masih menginduk ke Dinas Kesehatan.

“Sementara ini kami belum menerima keluhan dari para tenaga kesehatan tersebut,” katanya.

Dikatakan untuk pengurusan insentif tersebut ditangani langsung oleh manajemen RS. Asih Husada.

Seperti diketahui RS. Asih Husada merupakan salah satu instansi yang mengurus pasien terpapar Covid-19 di Kota Banjar.

“Jika sudah ada laporan tertulis tentu akan kami disposisikan kepada pimpinan untuk kemudian ditindak lanjuti.”

“Tergantung pimpinan langkahnya seperti apa, kami hanya memberikan masukan,” katanya.***

  • Bagikan