oleh

Di Sela Zona Merah Covid-19, KPAID Tangani 66 Kasus Pelecehan Seksual Anak

KAPOL.ID – Kabupaten Tasikmalaya kini berstatus zona merah. Di balik meningginya positif terpapar Covid-19, kasus pelecehan seksual pun melejit.

Hasil penulusuran KAPOL.ID, sedikitnya ada 66 kasus yang melapor ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya.

“Ya betul, saat ini KPAID tengah menangani kasus pelecehan anak di bawah umur itu sebanyak 66 kasus,” ujar Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, saat dihubungi via saluran telepon. Sabtu (21/11/2020).

Menurutnya, data per minggu ini, korban pelecehan anak di bawah umur yang melapor ke KPAID itu berjumlah tiga orang.

Di antaranya, kasus yang terjadi di sekitar Kecamatan Mangunreja, Singaparna, Cibalong dan Cikatomas, rata-rata korban itu berumur 14, 15 hingga 16 tahun.

“Ada korban ayah tiri, ada korban tipu muslihat miras, ada juga akibat paksaan dengan dalih akan diberi uang,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, dampak dari pelecehan seksual dan hasil investigasi lapangan masih ada yang belum melapor ke KPAID.

“Alasannya, banyak hal yang membuat keluarga korban atau korban enggan melapor,” katanya.

Dari puluhan kasus pelecehan seksual terhadap kaum anak ini, menurut Ato, beberapa korban “diungsikan” ke KPAID.

“Baru kemarin sore, korban pelecehan asal Cibalong, ini sempat mendapatkan ancaman dari salah satu pelaku yang berjumlah enam orang, dua di antaranya itu pelaku keluarganya sendiri dan kakek 70 tahun,” Ato membeberkan.

Senada dengan itu, salah saru orang tua korban membenarkan, anaknya telah dilecehkan.

“Dari pengakuan anak saya pelakunya itu enam orang, namun dua dari pelaku itu adalah masih sepupu, dan ada kakek berumur 70 tahun, jadi nyesek,” ujarnya saat dijumpai KAPOL.ID di kantor KPAID Kabupaten Tasikmalaya.

Dia berharap masalah ini cepat beres ditangani petugas, supaya keenam pelaku itu segera diberikan ganjaran yang setimpal

“Sakit hati ini tidak bisa diganti dengan nilai apapun,” katanya.

Komentar