Polres Tasikmalaya Ungkap Sindikat Perdagangan Perempuan Muda, KPAID Mengapresiasi

Wakil Ketua 1 TP PKK Provinsi Jawa Barat, Lina Ruzhan berkomunikasi dengan pihak kepolisian untuk memulangkan para penyintas perdagangan perempuan muda. KPAID turut mendampingi juga.

KAPOL.ID—KPAID Kabupaten Tasikmalaya aktif merespon pengungkapan perdagangan orang oleh Polres Tasikmalaya. Karena penyintasnya terdiri atas perempuan muda, bahkan ada yang masih di bawah umur, berusia 14 tahun.

Polres Tasikmalaya mengamankan empat orang pelaku dan enam orang penyintas perdagangan orang dari wilayah Bogor, Rabu (11/8/2021).

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto mengapresiasi kinerja kepolisian. Ia mengaku bahwa sejak awal ikut mendampingi orangtua satah satu penyintas selama proses pencarian.

“Kita apresiasi. Kasus perdagangan orang ini bisa menjadi cermin untuk masyarakat luas khususnya orang tua; di mana peran orang tua sangat penting dalam masa tumbuh kembang anak,” terang Ato.

Ato lebih lanjut memaparkan bahwa kasus tersebut muncul pada prinsipnya bermula dari pola asuh yang kurang baik. Penyintas berusia 14 tahun misalnya, adalah perempuan muda yang hidup di tengah keluarga tidak harmonis (broken home).

Selain mendampingi orangtua penyintas selama pencarian, KPAID juga mendampingi penyintas pada saat ditemukan. Termasuk pada proses pemulangan penyintas yang dijemput oleh Wakil Ketua 1 TP PKK Provinsi Jawa Barat, Lina Ruzhan.