Pada Era Digital, Kejahatan Anak Melebihi Logika Orang Dewasa

  • Bagikan
Untuk mengimbangi kejahatan anak pada era digital, KPAID dan praktisi pendidikan serta aktivis perlu meningkatkan sklill. (Foto: istimewa)

KAPOL.ID—Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto mengakui bahwa pada era digital dewasa ini, kejahatan anak melebihi logika orang dewasa. Kekerasan juga rentan terjadi pada anak berusia 4-15 tahun.

Atas dasar tersebut, KPAID Kabupaten Tasikmalaya berupaya meningkatkan skill komisioner dan Satgas. Pada pelaksanaannya, Selasa (16/11/2021), seminar yang bertempat di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) tersebut juga melibatkan stakeholder lain dari praktisi pendidikan; seperti Himpaudi, PGRI dan IGRA.

“Kenapa kami melibatkan pihak lain, terutama praktisi pendidikan; karena dalam empat tahun terakhir ini kekerasan rentan terjadi pada anak usia 4 sampai 15 tahun, dan melalui media digital. Paling tidak untuk mengimbanginya ke arah yang positif,” ujar Ato.

Lebih lanjut Ato membeberkan, bahwa sebesar 92 persen dari ratusan kasus yang pihaknya tangani pemicunya adalah buruknya pola asuh. Pada titik inilah praktisi pendidikan diharapkan mampu mendidik anak, di samping keluarga masing-masing.

“Nah, pelatihan ini adalah bagaimana kita bisa menguatkan keluarga, meningkatkan skill keluarga serta para pendidik dan aktivis yang peduli terhadap anak; supaya dapat menjadi semacam trapis untuk orang-orang terdekatnya,” lanjutnya.

Tujuan akhir dari pelatihan yang menghadirkan instruktur dari Universal Quantum ini adalah: peserta pelatihan di samping dapat menerapkannya di tempat masing-masing, juga dapat menularkan pengetahuannya kepada yang lain.

Adapun salah satu kasus yang sangat mengkhawatirkan adalah soal LGBT. KPAID pernah mendapat keluhan orang tua yang mendapati anaknya terjerumus pada LGBT. Anak tersebut memiliki grup WA beranggotakan 48 orang. Kasus ini, kata Ato harus segera diantisipasi sebelum semakin meluas.

Di pihak lain, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tasikmalaya, Roni Ahmad Syahroni mengapresiasi upaya KPAID. Baginya, kegiatan tersebut sangat bagus dan bermanfaat.

“Mudah-mudahan diperoleh berbagai hal kegiatan yang dilakukan oleh semua pihak dalam rangka menangani permasalahan anak di Kabupaten Tasikmalaya,” harap Roni.

Roni juga mengakui bahwa kasus di kalangan anak-anak mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dalam rentang waktu sepuluh tahun (2011-2021), katanya, peningkatannya bisa dua kali lipat.

“Alhamdulillah dengan bekerja sama dengan semua pihak, tahun 2021 sudah ada penurunan kembali. Peran orang tua sangat pentung untuk menjaga anaknya supaya tidak terdampak negatif penggunaan teknologi, media sosial dan IT,” tandasnya.

  • Bagikan