Dirjen Diksi Kemendikbudristek Berharap, Pondok Savoi Lahirkan 42 Ribu Pebisnis Sukses

  • Bagikan
Dirjen Pendidikan Vokasi Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Wikansakarinto MSC. PhD memberikan modul pelatihan kepada peserta gerakan Pesantren Vokasi Indonesia saat membuka kegiatan tersebut di Pondok Savoi (Pesantren Vokasi Indonesia di Kota Tasikmalaya. Selasa (8/5/2021).

KAPOL.ID- Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Wikansakarinto MSC. PhD membuka gerakan pesantren vokasi di Pondok Savoi (Pesantren Vokasi Indonesia di Kota Tasikmalaya. Selasa (8/5/2021).

Dalam kesempatan itu, Dirjen Pendidikan Vokasi mengharapkan para santri yang mondok di Pondok Savoi bisa menjadi pemimpin masa depan dan menjadi pebisnis yang sukses.

“Ikan hiu dikasih umpan, i love you calon pemimpin masa depan,” kata Wikansakarinto saat membuka secara langsung gerakan Pesantren Indonesia.

Ia mengharapkan ke depan akan lahir para santri yang menjadi pebisnis sukses dan menjadi pemimpin hebat dari program gerakan Pesantren Indonesia ini.

Selama 42 hari santri yang ikut mondok digembleng pendidikan agama baik itu tauhid, piqih, sholawat dan ilmu agama lainya dipadukan dengan pendidikan kewirausahaan atau enterpreneur sesuai dengan minat dan bakat atau fashion santri itu sendiri.

Untuk tahap awal ada 42 santri dari wilayah Bandung Barat, Majalengka, Kuningan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Mereka mondok di Pondok Savoi yang ada di Sirnagalih, Kecamatan Indohiang Kota Tasikmalaya.

Dirjen Pendidikan Vokasi datang langsung membuka kegiatan yang masih sangat jarang dilakukan yakni memadukan pendidikan Pesantren dengan enterpreneur, apalagi santri sampai magang di lokasi kerja sehingga santri benar-benar siap kerja.

“Ini sangat jarang sekali, ada gerakan yang memadukan pendidikan Pesantren dan kewirausahaan. Diharapkan ke depan akan lahir 42 ribu santri yang jadi pebisnis sukses dari program Pesantren Vokasi ini, ” katanya.

Dalam kesempatan itu pun Dirjen Diksi mendoakan para peserta Pesantren Vokasi di masa depan menjadi miliuner sukses dan bisa mempekerjakan ribuan tenaga kerja.

Pendiri Pesantren Vokasi Indonesia, Deni R Sagara mengakui jika ide untuk mendirikan Pesantren Vokasi berawal dari hasil bersilaturahmi dengan Pesantren-pesantren di Kabupaten Tasikmalaya.

Saat menjabat sebagai wakil Bupati Tasikmalaya selama 42 hari, dimanfaatkan Deni Sagara untuk mengunjungi Pesantren dan menggelar salat subuh berjamaah di Pesantren- pesantren.

“Dari diskusi dan dialog dengan para santri mereka banyak yang ingin tumbuh menjadi pengusaha, politisi menjadi abdi negara menjadi polisi dan sebagainya. Namun ilmu yang di pelajari di Pesantren masih seputaran ilmu agama belum menyentuh ilmu wirausaha dan lainnya. Maka lahirlah Pesantren Vokasi Indonesia ini, ” kata Deni.

Ia menyebutkan para santri akan didik ilmu agama, kewirausahaan, magang bisnis dan lainya sesuai dengan potensi dan minat para santri itu sendiri. Bahkan pihak Savoi sudah menyiapkan gerobak untuk berjualan para santri dalam mengembangkan usahanya.

“Para santri akan kami beri modal usaha berupa warung panangkrikang setelah selesai pendidikan. Targetnya akan ada 1000 warung panangkrikang yang di kelola para santri, ” katanya.

Tidak hanya jualan makanan dan minuman saja, tetapi juga para santri bisa berjualan berbagai macam produk di warung panangkrikang tersebut baik itu pulsa, isi token, tranfer uang dan lainya.

“Sambil jualan setidaknya para santri bisa berdzikir baca sholawat sehingga ia bisa menjadi ajengan yang sukses berwirausaha dan memberi manfaat bagi keluarga, agama bangsa dan negara, ” katanya.

Deni mengharapkan ke depan nya Savoi tidak hanya digelar di Tasikmalaya saja tetapi juga di daerah lain di Jawa Barat bahkan di seluruh indonesia. Sehingga di masa depan akan lahir generasi bangsa yang unggul dan berkualitas. ***

  • Bagikan