Dosen Umtas Gelar Pemberdayaan Ekonomi Kreatif bagi Guru Muhammadiyah

  • Bagikan
Dosen Umtas gelar pemberdayaan ekonomi kreatif bagi guru Muhammadiyah Kota Tasikmalaya. (Foto: istimewa)

KAPOL.ID—Sejumlah dosen Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas) memenuhi salah satu catur dharmanya, yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat. Kegiatan ini direalisasikan oleh tim yang terdiri atas tiga orang dosen.

Ketiga dosen yang dimaksud adalah Ir. Muhammad Taufiq, M.Kom selaku ketua, bersama Dr. Maesaroh Lubis dan Hani Rubiani M.Eng. Ketiganya mengambil tema Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Melalui Pelatihan Technopreneur bagi Guru Muhammadiyah Kota Tasikmalaya.

Muhammad Taufiq mengemukakan bahwa kegiatan tersebut didanai oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, berupa hibah dalam program Risetmu. Mengingat program Risetmu ini sudah memasuki tahun kelima, sehingga disebut Risetmu Batch#5.

“Kegiatan Risetmu ini sebetulnya diperuntukkan untuk semua dosen di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah seluruh Indonesia. Tapi ada beberapa seleksi untuk mengakses program ini,” terang Taufiq.

Taufiq lebih lanjut membeberkan bawah tahun ini sekitar 1.400 dosen berlomba mengikuti program Risetmu. Hasil seleksi kemudian meloloskan sebanyak 360 dosen, di antaranya tiga dosen Umtas tersebut.

Dalam pelaksanaannya, pelatihan yang berlangsung pada Sabtu (20/11/2021) di kampus Umtas tersebut juga mendapat dukungan dari Majelis Dikdasmen PDM Kota Tasikmalaya. Sebanyak 20 guru hadir sebagai peserta; antara lain guru SD, SMP, SMA dan SMK.

Pembicara kunci pada pelatihan tersebut membahas tentang pemberdayaan ekonomi ummat di lingkungan Muhammadiyah. Empat nara sumber lainnya membahas konsep dan peran technopreneur, praktik membangun ecommerce, pengalaman menjalankan bisnis, serta motivasi dan kiat memulai bisnis berbasis digital.

Pada acara pembukaan, hadir Ketua LPPM UMTAS, Dr. Mujiarto; dan Ketua Dikdasmen PDM Kota Tasikmalaya, Drs. U. Mahmud Falah, MC., MH. Sebelum membuka acara, Mujiarto menegaskan bahwa kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan program wajib bagi setiap dosen, sebagai kontribusi ilmu dan pengetahuan kepada masyarakat.

“Pelaksanaan kegiatan ini juga dibantu oleh empat orang mahasiswa dari Program Pedidikan Teknologi Informasi FKIP Umtas. Alhamdulillah pesertanya antusias sekali. Mereka mengikutinya hingga selesai. Bahkan mereka berharap lagi pelatihan yang sejenis,” pungkas Taufiq.

  • Bagikan