oleh

DPKPP Akui Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

KAPOL.ID–Menghadapi musim tanam, beberapa petani di Kabupaten Tasikmalaya mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi. Sehingga petani mesti mengeluarkan biaya lebih besar, karena harga pupuk nonsubsidi lebih mahal.

Atas kenyataan tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Hidayat Muslim mendorong Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) agar segera menindaklanjutinya, demi meringankan beban para petani.

“Kita banyak masukan dari masyarakat atau petani di beberapa kecamatan. Bahwa hari ini terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi. Komisi II langsung berkomunikasi dengan Dinas Pertanian. Ternyata, di lapangan permasalahannya berkaitan dengan proses penyalurannya,” ujar Hidayat, Rabu (16/9/2020).

Berdasarkan keterangan Hidayat lebih lanjut, DKPP sudah menyanggupi untuk mengecek ke lapangan soal ketersediaan pupuk bersubsidi. Karena memang selama ini menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani, tepatnya kelompok tani.

“Makanya, koordinasi dan komunikasi dengan supplier harus segera dilakukan oleh Dinas Pertanian. Jangan sampai terjadi polemik di masyarakat, apalagi dalam kondisi menjelang Pilkada sekarang ini,” sambungnya.

Sejauh ini, kata Hidayat, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengambil pupuk dari dua supplier, yaitu dari Kujang dan Petrokimia Gresik.

Saat persoalan tersebut dikonfirmasikan, Sekretaris Dinas (Sekdis) DPKPP Kabupaten Tasikmalaya, Idik Abdullah membenarkan minimnya ketersediaan pupuk bersubsidi di beberapa kecamatan. Katanya, karena pupuk bersubsidi diatur oleh Pemerintah Pusat.

“Kita (Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya) hanya mengusulkan. Memang kebutuhan pupuk subsidi sudah hampir habis di beberapa kecamatan. Seperti di Kadipaten. Tapi kita akan menindaklanjutinya di lapangan. Termasuk secepatnya mengusulkan ke pemerintah pusat melalui provinsi untuk penyediaan pupuk dari supplier,” ujar Idik.

Bahkan, sejauh ini, para penyuluh pertanian juga sudah melaksanakan input data kebutuhan pupuk bersubsidi langsung dari kelompok tani. Sehingga dapat terukur, bahwa untuk satu jenis pupuk bersubsidi seperti NPK saja, para petani di Kabupaten Tasikmalaya membutuhkan sampai 54 ribu ton.

Komentar