Dua Tahun Menjelang Lengser, Gubernur Anies Minta Bantuan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak ingin ada program yang belum tuntas pada akhir jabatannya. (Foto: suara.com)

KAPOL.ID–Masa jabatan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, akan berakhir pada 2022. Lebih-kurang dua tahun lagi. Sementara pekerjaan rumah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih menumpuk.

Usai membuka musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) DKI tahun 2021, yang beragendakan pembahasan Rancangan Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022; Anies meminta agar jajarannya menuntaskan semua program yang sudah dirancang.

Galibnya Musrenbang, hampir semua unsur pemerintah ikut menghadiri. Antara lain unsur Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Wali Kota, DPRD, Lurah, hingga BUMD.

“Musrenbang ini untuk tahun 2022 yang juga jadi tahun terakhir RPJMD. Saya harap pastikan semua program kegiatan di RPJMD bisa ditunaikan tahun ini,” ujar Anies sebagaimana dikutip suara.com, media jejaring kapol.id, Kamis (15/4/2021).

Pormohonan secara khusus Anies sampaikan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta. Agar melakukan investarisir program-program dalam RPJMD yang belum selesai.

“Saya tak ingin ada yang terlewat ketika masa jabatan selesai. Bappeda, lakukan penyisiran atas semua program di RPJMD yang ada dalam KSD. Pastikan pada 2022 semua tuntas. Minta masukan dari stakehiolder yang relevan,” Anies memberi intruksi.

Di tengah pandemi Covid-19, Anies menekankan bahwa kesejahteraan sosial menjadi salah satu proram prioritas. Perekonomian Jajarta memang terjun bebas, sehingga banyak yang kesulitan.

Seiring dengan meningkatnya jumlah warga yang kesulitan, bagi Anies jawabannya antara lain menggenjot program Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Dulu, katanya, masyarakat berekonomi lemah jumlahnya lebih sedikit.

“Pandemi mengubah angka-angka itu. Maka pada 2022 perlu ada keseriusan untuk program terkait Kesra secara langsung. Khususnya aspek kesehatan, pendidikan, dan UMKM,” Anies menandaskan.