KAPOL.ID – Kawasan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu, bakal segera berubah total. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan proyek penyatuan dua kawasan tersebut tidak akan menghilangkan Jalan Diponegoro, melainkan mengubah fungsinya.
Pria yang akrab disapa KDM itu menegaskan, Jalan Diponegoro tetap ada di peta, namun ke depannya tidak bisa lagi dilintasi kendaraan bermotor. Jalur tersebut diproyeksikan sepenuhnya menjadi ruang publik yang terintegrasi.
”Penyatuan antara Gasibu dan Gedung Sate menjadi satu kesatuan karena tidak lagi dilewati kendaraan umum,” ujar KDM, Senin (27/4/2026).
Tak hanya soal fungsi, urusan estetika pun jadi perhatian mantan Bupati Purwakarta ini. KDM menyebut, material jalan yang asalnya aspal hitam akan dibongkar dan diganti dengan batu andesit.
Nuansanya dipastikan bakal menyerupai Jalan Braga yang ikonik. Langkah ini diambil agar kualitas ruang publik di jantung pemerintahan Jawa Barat itu terasa lebih eksklusif dan nyaman bagi pejalan kaki.
”Intinya asalnya aspal diganti menjadi batu, seperti di Braga,” ucapnya
Selain urusan keindahan, penyatuan ini diklaim menjadi solusi atas keruwetan lalu lintas yang kerap terjadi selama ini. Menurut KDM, selama ini aktivitas masyarakat seperti penyampaian aspirasi atau unjuk rasa di depan Gedung Sate selalu memaksa jalan ditutup dan memicu kemacetan parah di sekitarnya.
Dengan penataan ini, masyarakat tetap bisa berkegiatan atau berdemo tanpa harus berbenturan dengan arus lalu lintas kendaraan. Aktivitas publik bakal lebih leluasa tanpa bayang-bayang klakson kendaraan.
Rencana besar ini pun mendapat lampu hijau dari Ketua Umum Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) periode 2022-2025, Dian Heri. Ia menilai integrasi Gasibu-Gedung Sate akan memudahkan pergerakan warga.
Namun, Dian memberikan catatan penting. Mengingat perubahannya cukup drastis, pemerintah perlu menghitung matang-matang dampak pengalihan arus kendaraan agar tidak menimbulkan titik macet baru.
”Penyatuan Gedung Sate-Gasibu ini perlu disosialisasikan secara masif supaya masyarakat mendapatkan informasi yang utuh,” pungkas Dian. (Jae)






