Gegara Covid-19, Politisi PDIP Tasik Lapor Polisi

  • Bagikan

KAPOL.ID –
Politisi PDIP Kabupaten Tasikmalaya, Demi Hamzah, melaporkan sebuah rumah sakit dan seorang dokter ke Polres Tasikmalaya Kota, Senin (03/05/2021) siang.

Diduga karena ketidakjelasan hasil tes covid-19 yang berbeda dengan Labkesda Kabupaten Tasikmalaya.

Bahkan tak lama setelah dirawat, orang tuanya meninggal dunia pada 14 April 2021 lalu.

“Orang tua klien kami sakit, lalu tes PCR di Labkesda hasilnya negatif Covid. Saat berobat di Puskesmas Cibalong, disarankan periksa ke dokter spesialis.”

“Lalu agar dirujuk masuk ke rumah sakit. Tapi ternyata harus diisolasi karena diduga terpapar covid-19,” kata Kuasa Hukum Demi Hamzah, Andi Ibnu Hadi dalam pernyataan tertulisnya.

Selama dirawat di rumah sakit, lanjut dia, keluarga tak mendapatkan pemberitahuan kondisi kesehatan orang tua yang cukup.

Termasuk mengenai penyakit ibu klien yang sebenarnya saat mendapat penanganan medis.

“Keluarga baru menerima laporan hasil pemeriksaan seminggu setelah pasien meninggal dunia,” katanya.

Pihaknya menduga rumah sakit tersebut telah melanggar pasal 62 Jo pasal 10 UU nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Manajemen Rumah Sakit Jasa Kartini (RSJK) Tasikmalaya memberikan tanggapan atas pelaporan tersebut.

“Perbedaan hasil pemeriksaan PCR antara Labkesda dan RSJK dapat dibenarkan secara medis.”

“Sesuai kepentingan dokter penanggung jawab untuk melakukan cek ulang,” ujar Wadir Pelayanan Medik RSJK, dr Faidhusna.

Ia menjelaskan, sesuai protokol penanganan covid-19 apabila hasil PCR negatif dan terdapat gejala klinis, maka akan dirujuk untuk melakukan PCR ulang.

“Alat PCR yang kami miliki sudah memiliki izin, terdaftar di Kemenkes, labkesda dan sudah terekomendasi sebagai pendukung diagnosa covid-19,” paparnya.

Pihaknya menegaskan sudah melayani pasien sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Namun tidak mengurangi kemungkinan adanya perbedaan persepsi terhadap pelayanan yang telah diberikan kepada pasien.***

  • Bagikan