HUKUM

Nama Sony Sonjaya Marak Dicatut untuk Penipuan Dapur MBG

×

Nama Sony Sonjaya Marak Dicatut untuk Penipuan Dapur MBG

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) — Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, memberikan klarifikasi tegas terkait maraknya kasus penipuan bermodus program “Dapur MBG” yang mencatut namanya.

Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Jawa Barat, Sony menyatakan dirinya sama sekali tidak terlibat dalam pusaran kasus tersebut.

“Saya pastikan seribu persen, tidak ada kaitannya sama sekali dengan saya,” ujar Soni di hadapan awak media.

Soni menjelaskan, namanya kerap disalahgunakan oleh para pelaku penipuan karena posisinya yang strategis sebagai Ketua Tim Verifikasi di BGN. Menurutnya, status jabatan tersebut sengaja “dijual” oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk meyakinkan para korban maupun Aparat Penegak Hukum (APH) di tingkat bawah.

Para pelaku biasanya melancarkan aksi dengan mengaku sebagai kerabat dekat atau memiliki akses langsung ke pejabat BGN. Hal itu dilakukan agar pihak lain merasa sungkan dan mempercayai legalitas proyek fiktif yang mereka tawarkan.

“Karena Ketua Tim Verifikasi itu namanya Soni Sonjaya, makanya yang laku dijual adalah nama Soni Sonjaya. Kalau ketuanya Pak Aziz, mungkin nama Pak Aziz yang banyak dicatut,” seloroh Soni.

Lebih lanjut, Soni mengungkapkan bahwa salah satu modal utama para pelaku untuk meyakinkan korban adalah dengan menunjukkan foto bersama dirinya. Ia mengakui, sebagai pejabat publik yang menjunjung tinggi keterbukaan, dirinya kerap menerima tamu di kantor dan tidak bisa menolak ketika diajak berswafoto.

Namun, keramahan tersebut justru disalahgunakan oleh oknum untuk kepentingan kriminal. Soni menganggap fenomena ini sebagai risiko jabatan yang harus ia hadapi.

“Sebagai manusia tentu saya tidak bisa langsung menolak (diajak foto). Tapi sayangnya, kebaikan dan keterbukaan saya justru digunakan oleh oknum-oknum tersebut,” tuturnya.

Di akhir penjelasannya, Soni menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang telah bergerak cepat mengusut tuntas kasus ini. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang menjanjikan proyek dengan cara mencatut nama pejabat tertentu. (Teguh)***