SOSIAL  

Hawa Nafsu Memanfaatkan Alam Melampaui Batas Jadi Pangkal Masalah

KAPOL.ID – Refleksi satu tahun Srikandi Sungai Indonesia (SSI) Kabupaten Tasikmalaya, yang digelar di Cipatani, Nanggewer, Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya selain menghibur juga memberi ajaran mencerahkan.

Akademisi dari Program Magister Geografi Universitas Siliwangi, Dr. Siti Fadjarani M.T. hadir dalam diskusi santai, Sabtu (19/9/2020). Mengajak untuk memperlakukan sungai dengan arif.

“Banyak makhluk hidup yang tergantung pada sungai. Sumber penghidupan bagi masyarakat. Bagaimana seharusnya manusia memperlakukan sungai?” katanya.

Sungai, menurutnya, berada di wilayah yang lebih rendah dari daerah sekitarnya. Semestinya mengalir setiap tahun, namun ada kalanya surut. Semestinya jernih, namun faktanya acap kali tidak.

Tidak dipungkiri, sungai adalah sumber daya alam yang harus diambil manfaatnya. Sebanyak-banyaknya. Namun keseimbangan alam seringkali terganggu.

“Selain diambil manfaatnya, sungai sebagai sumber daya alam harus dijaga,” katanya.

Manusia, kata Siti Fadjarani, makhluk ekologi yang dominan. Hawa nafsu memanfaatkan alam tanpa memahami karakteristik alam.

“Pangkal masalah, akal budi dan hawa nafsu memanfaatkan alam melampaui batas,” katanya seraya menandaskan perlu edukasi untuk mengubah sikap.

Pandangan itu senada dengan dosen Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Siliwangi, Erwin Hilman Hakim, M.Pd. Menurutnya, betapa tidak bijak selama jutaan tahun kita memanfaatkan lingkungan tanpa menjaga.

“Kita harus belajar dari fenomena alam yang tersirat. Di sini ada sungai. Harus dikelola dengan bijak. Kerusakan di hulu akan berimbas ke hilir,” katanya. Penandatangan kesepahaman Universitas Siliwangi dan Srikandi Sungai Indonesia.

Seusai diskusi sesi pertama, dilanjutkan dengan kesepahaman antara SSI Kabupaten Tasikmalaya. Ditandatangani Ketua Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Siliwangi, Dr. Iman Hilwan, M.Pd, Ketua SSI Kabupaten Tasikmalaya, Nia Tjitjih Kurniasih, dan Kepala Desa Nanggewer, Endang Sunarli.