Connect with us

OPINI

Ingin Jadi Buruh Migran, Gambaran Ada di ‘Help is On The Way’

|

Oleh : Ibnu Bukhari | Wartawan KAPOL.ID

BAGI sebagian orang, menjadi buruh migran ke sejumlah negara menjadi salah satu jalan tercepat untuk memperbaiki kehidupan. Gaji mentereng dibandingkan dengan bekerja di Indonesia menjadi salah satu daya tariknya.

Cukup mengikuti pelatihan di Badan Latihan Tenaga Kerja-Luar Negeri, tinggal menunggu waktu kurang dari satu tahun akan berangkat ke negara yang dituju. Namun pelatihannya jauh dari kata sempurna karena dikejar order sang calon majikan.

Dalam film dokumenter “Help Is On The Way”, impian tersebut tergambar dengan jelas. Betapa mudahnya seseorang menjadi seorang buruh migran. Belajar bahasa asing, hanya hitungan minggu. Pembekalan keterampilan pekerjaan cukup dengan waktu singkat.

Sebab posisi yang dibutuhkan sebagai asisten rumah tangga serta bisa saja mengurus lansia seperti dalam film dokumenter karya Ismail Fahmi Lubis tersebut. Bekerja di luar negeri, ternyata tak sesulit yang dibayangkan sebelumnya.

Tak perlu izasah tinggi, memiliki sedikit keterampilan dan kemampuan berbahasa asing seadanya. Asal bisa menjawab apa yang ditanyakan oleh majikan, dokumen beres langsung berangkat.

Film berdurasi 1,5 jam ini menggambarkan buruh migran perempuan dari pedesaan seperti Sukma, Meri, Muji dan Tari direkrut oleh agen lokal. Mereka bercita-cita untuk bekerja di negara-negara seperti Taiwan, Hong Kong, dan Singapura. Cita-cita itu terwujud meski harus meninggalkan pacar dan keluarga minimal setahun lamanya.

Dalam perjalanannya, nasib merantau di negara orang lain bisa juga berubah. Bisa lebih baik, ataupun bahkan sebaliknya seperti marak di pemberitaan media massa Indonesia. Diselingkuhi suami di tanah air, ditipu di negara tempat bekerja, sampai pulang dengan tangan kosong.

Di film ini, justru memberikan motivasi positif bagi para buruh migran. Bagaimana Tari salah satu pemeran dalam kesehariannya bisa berhasil keluar dari pekerjaan informal sebagai asisten rumah tangga.

Dengan mau belajar, ia bisa bekerja di rumah sakit sebagai perawat profesional. Standar gajinya meningkat, bahkan berkuliah di perguruan tinggi Taiwan untuk mengisi waktu luang setelah bekerja. Pengalaman itu pun dibagikan kepada buruh migran lainnya, selain urusan percintaan.

Film dokumenter ini termasuk salah
satu yang didukung Bekraf melalui program Docs By The Sea dan Docs By The Sea
Incubator. Setelah meraih penghargaan Piala Citra untuk film dokumenter panjang terbaik di bulan Desember 2019. Pada tanggal 7 Mei 2020 Help Is On The Way juga tayang di televisi publik Taiwan. Di tahun 2021, Help Is On The Way juga akan tayang di Al Jazeera Documentary Channel untuk negara-negara Arab.

Kiranya suasana yang digambarkan sutradara Ismail Fahmi Lubis ini tepat dijadikan referensi bagi calon pekerja migran. Suasana kekeluargaan, tekanan, haru, pahit, dan lucu bercampur menjadi satu di film dokumenter ‘Help Is On The Way’.

Seperti itulah yang akan dialami para buruh migran. Semoga cita-cita memperbaiki kehidupan benar-benar terlaksana. Nasib anda, ada di tangan sendiri.***

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *