Kabupaten Tasik Zona Oranye, Kemungkinan Berimbas pada Objek Wisata

Wakil Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin beserta Forkopimda dan Satgas Penanggulangan Covid-19 mengikuti rapat secara virtual.

KAPOL.ID–Peta Zona Resiko Kabupaten/Kota di Jawa Barat berdasarkan data BLC GTN menunjukkan Kabupaten Tasikmalaya berada pada status zona oranye. Per tanggal 10-16 Mei 2021, Kabupaten Tasikmalaya memiliki level resiko sedang dengan skor 2,24.

Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya pun berencana mengambil langkah antisipatif. Agar statusnya tidak meningkat ke zona merah, kemungkinan akan ada penutupan sementara semua objek wisata.

Objek wisata memang belakangan memicu kerumunan orang. Bahkan sering kali pengunjung juga mengabaikan protokol kesehatan: menanggalkan masker dengan jarak di antara mereka kurang dari 1 meter.

Wakil Ketua 2 Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin mengemukakan bahwa pihaknya akan menjajaki kemungkinan tersebut. Sebab tidak terlepas dari hasil rapat dengan Presiden Joko Widodo secara virtual, Senin (17/5/2021).

Nuraedidin sendiri mengikuti rapat yang berlangsung sejak sekitar pukuk 13.00 WIB itu; bersama Wakil Bupati Tasikmalaya dan Forkopimda. Pada rapat tersebut, Presiden memang mengarahkan penutupan objek wisata di semua daerah berzona orange dan merah.

“Saat ini kan kita berada di zona orange. Tapi sebelum menutup objek wisata, kami terlebih dahulu akan mensosialisasikannya kepada berbagai pihak yang berkaitan, termasuk masyarakat yang mencari nafkah di lokasi objek wisata,” lanjutnya.

Bagi Satgas Penanggulangan Covid-19, sosialisasi itu penting. Karena kondisinya memang serba dilematis. Di satu sisi ekonomi masyarakat harus bergerak, sementata di sisi lain harus ada kesadaran penerapan protokol kesehatan.

Adapun waktu penutupan sementara objek wisata, sejauh ini belum ada keputusan final.