Kafe dan Tukang Baso Langgar PPKM Darurat Kena Denda Rp 5 Juta, Pabrik Rp 6 juta

  • Bagikan
Pelanggar PPKM Darurat menjalani sidang tipiring di Taman Kota Tasikmalaya, Kamis (8/7/2021).*

KAPOL.ID –
Pelanggar PPKM Darurat di Kota Tasikmalaya ikuti sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Taman Kota Tasikmalaya, Kamis (8/7/2021) siang.

Sidang tatap muka yang dipimpin Hakim Muhamad Martin Helmi menjatuhkan vonis kepada 5 pelaku usaha.

Pertama, pabrik pengolahan kayu PT. BKL Indihiang yang kemarin didapati Satgas Covid-19 Kota Tasikmalaya melanggar kapasitas karyawan yang harusnya 50 persen.

Pengusaha divonis Rp 6 juta atau subsider 4 hari kurungan dan langsung membayar denda di tempat.

Kedua, kafe yang ditemukan satgas karena buka melebih jam 20.00 WIB di Jalan Mangin, Minggu (4/7/2021). Hakim memvonis Rp 5 juta subsider 4 hari kurungan.

Pelanggaran serupa juga kafe di Kecamatan Tawang pada Selasa (6/7/21) malam dan di Kecamatan Cipedes pada Senin (5/7/2021).

Hakim memvonis keduanya dengan denda Rp 5 juta atau subsider kurungan 4 hari.

Pada persidangan terakhir, pengusaha bakso di Kecamatan Tawang kedapatan melayani makan di tempat, Rabu (7/7/2021).

Hakim menjatuhi vonis Rp 5 juta atau subsider 4 hari.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya, Fajaruddin mengatakan, pihaknya hanya menindaklanjuti putusan hakim.

“Jadi kami melakukan eksekusi sesuai perintah hakim. Ketika hakim sudah memvonis terdakwa, kita tawarkan mau membayar denda atau subsider.”

“Pengusaha yang divonis tadi mau membayar denda. Denda tersebut masuk kas negara,” jelasnya.

Salah seorang pengusaha cafe Alvan (27) menerima dengan lapang dada putusan hakim ini.

“Ya ini harus jadi cambuk juga bagi pelaku usaha yang lain. Saya paham ini aturan dan petugas bekerja berdasarkan aturan,” jelasnya. ***

  • Bagikan