KANAL

Konsolidasi Total, PSI Sumedang Bidik Kursi Parlemen Lewat Penetrasi Akar Rumput

×

Konsolidasi Total, PSI Sumedang Bidik Kursi Parlemen Lewat Penetrasi Akar Rumput

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Sumedang resmi mengaktifkan “mesin politik” mereka secara masif.

Mengusung misi konversi struktur menjadi kursi, PSI menggelar agenda strategis bertajuk “Pembekalan Ketua DPC PSI se-Kabupaten Sumedang” yang melibatkan representasi dari 26 kecamatan pada Selasa (12/05/2026).

Fokus utama dalam manuver ini adalah memperkokoh fondasi organisasi hingga ke titik nadi terbawah: pembentukan pengurus tingkat desa atau Dewan Pimpinan Ranting (DPRT).

Ketua DPD PSI Kabupaten Sumedang, Firman Firdaus, membuka sesi dengan orasi yang menegaskan distingsi politik PSI. Secara eksplisit, ia membedah anatomi pembiayaan kegiatan partai—sebuah langkah yang jarang dilakukan dalam lanskap politik lokal.

Firman memaparkan bahwa aliran dana taktis bersumber dari DPP yang disalurkan via DPW demi efektivitas gerakan di daerah.

“Kami mengawali langkah ini dengan kejujuran intelektual dan finansial. Transparansi bukan sekadar slogan, melainkan amanah konstitusi partai yang harus dikelola demi akselerasi gerakan di Sumedang,” tegas Firman di hadapan para kader yang antusias.

Suasana cair tercipta ketika Firman menyisipkan sesi kuis sebagai bentuk apresiasi, sekaligus menjadi medium pengenalan struktural antara jajaran pengurus DPD dengan para ujung tombak di tingkat DPC guna memperkuat chemistry organisasi.

Memasuki sesi inti, dua pakar lintas disiplin dihadirkan untuk membekali para kader dengan amunisi intelektual:

Kang Dodi (Politisi Senior): Membedah dinamika dan geopolitik lokal Sumedang secara komprehensif.

Morhan (Konsultan Politik): Menitikberatkan pada strategi rekrutmen berbasis solusi.

Morhan menekankan bahwa rekrutmen di tingkat akar rumput tidak boleh terjebak pada retorika usang. Pendekatan harus bersifat logis dan menyentuh persoalan riil warga desa. Menurutnya, anggota baru akan terjaring jika partai mampu memposisikan diri sebagai problem solver, bukan sekadar pengumbar janji musiman.

Diskusi yang dipandu oleh Kang Aep Boncel selaku moderator berlangsung dinamis. Pasca jeda, para peserta tidak hanya diberi teori, tetapi langsung diterjunkan dalam simulasi lapangan. Hal ini dirancang agar strategi rekrutmen dapat segera diimplementasikan secara presisi di 26 kecamatan.

Dengan penguatan struktur yang terintegrasi, PSI Sumedang memancarkan optimisme untuk memecah kebuntuan dan merebut kursi di parlemen daerah pada pemilu mendatang.

“PSI Sumedang bertransformasi menjadi kekuatan yang terorganisir secara saintifik. Kami tidak sekadar memburu kuantitas, tetapi membangun kualitas struktur hingga ke urat nadi desa. Dengan kerja keras kolektif, kami sangat optimis kursi parlemen Kabupaten Sumedang akan segera diisi oleh representasi yang membawa pembaruan,” pungkas Firman.

Agenda krusial ini ditutup dengan doa bersama dan pendistribusian atribut partai. Sesi foto bersama menjadi simbol soliditas partai berlogo mawar tersebut dalam menyongsong kontestasi politik dengan wajah baru. (GUH)***