PENDIDIKAN

MPLS SMKN 2 Cimahi: Siapkan Siswa Hadapi Lompatan Teknologi Tanpa Kehilangan Jati Diri

×

MPLS SMKN 2 Cimahi: Siapkan Siswa Hadapi Lompatan Teknologi Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Di tengah derasnya arus digitalisasi dan gempuran kecerdasan buatan (AI) yang kian masif mengubah pola belajar generasi muda, SMK Negeri 2 Cimahi mengambil langkah konkret. Sekolah kejuruan ini memilih untuk menempatkan pendidikan karakter sebagai fondasi utama dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026.

​Sebanyak 701 siswa baru yang terbagi ke dalam 16 rombongan belajar (rombel), tampak khidmat mengikuti rangkaian MPLS yang digelar sejak 15 Juli hingga 21 Juli 2026 mendatang. Agenda tahunan ini didesain bukan sekadar seremonial mengenalkan lingkungan fisik sekolah, melainkan menjadi kawah candradimuka pembentukan nilai-nilai dasar peserta didik.

​Wakil Kepala SMKN 2 Cimahi Bidang Hubungan Industri dan Masyarakat, Agus Muhammad Sofyan, M.Pd., mengungkapkan bahwa terdapat empat fokus utama yang menjadi pilar pelaksanaan MPLS tahun ini.

​”Paling tidak ada empat hal yang menjadi fokus utama kegiatan MPLS tahun ini. Yang pertama adalah pembentukan karakter positif dari calon siswa,” ujar Agus saat ditemui di sela-sela kegiatan, Jumat (17/7/2026).

​Menurut Agus, karakter positif tersebut diimplementasikan melalui pembiasaan disiplin, rasa tanggung jawab, serta penanaman nilai-nilai dasar yang akan menjadi bekal krusial bagi kehidupan siswa di masa depan. Sekolah, lanjut dia, sangat menekankan pentingnya keseimbangan antara prestasi akademik dan keluhuran akhlak.

​”Tidak boleh hanya terfokus pada kecerdasan akademik semata. Tetapi juga wajib melahirkan generasi yang memiliki akhlak, integritas, dan kepedulian sosial yang tinggi,” tegasnya.

​Pendekatan yang diterapkan SMKN 2 Cimahi ini rupanya gayung bersambut dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui program MPLS Pancawaluya 2026. Program ini mengedepankan lima nilai filosofis sunda, yakni Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer.

​Bagi SMKN 2 Cimahi, menjaga identitas siswa sebagai generasi bangsa yang berakar pada budaya lokal menjadi harga mati. Agus menegaskan, pihak sekolah berkomitmen penuh menyiapkan peserta didik agar siap menghadapi lompatan teknologi tanpa harus kehilangan nilai kemanusiaan.

​”Sekolah harus mampu menyiapkan peserta didik agar siap menghadapi perubahan zaman modern dan teknologi tanpa kehilangan jati diri sebagai manusia dan penerus bangsa,” imbuhnya.

​Selain pembentukan karakter, aspek terakhir yang tidak kalah penting dibidik oleh pihak sekolah adalah menciptakan ekosistem lingkungan sekolah yang ramah, aman, serta zero dari praktik perundungan (bullying) maupun kekerasan.

​Memasuki hari ketiga pelaksanaan, Agus menilai para peserta didik baru menunjukkan respons dan progres yang sangat positif. Hal itu terlihat dari kedisiplinan mereka selama mengikuti materi

​”Sejauh pengamatan kami, alhamdulillah para siswa bisa mengikuti kegiatan dengan baik. Para siswa datang tepat waktu, kemudian pulang sesuai ketentuan, dan mengikuti seluruh kegiatan yang sudah dijadwalkan,” tutur Agus.

​Untuk mengoptimalkan materi, MPLS di SMKN 2 Cimahi ini tidak hanya menghadirkan narasumber dari internal guru, melainkan juga melibatkan pihak eksternal, termasuk dari unsur kepolisian.

​Setelah seluruh rangkaian rampung, pihak sekolah dipastikan akan melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan program. Langkah ini diambil untuk mengukur sejauh mana perkembangan karakter peserta didik sebagai modal awal memasuki proses KBM selama tiga tahun ke depan.

​”Mudah-mudahan dengan dilaksanakannya MPLS ini memberikan modal awal bagi siswa, sehingga karakter-karakter yang diharapkan bisa konsisten dilanjutkan pada hari-hari berikutnya,” pungkas Agus. (JAE)