KANAL  

Kunci Penanganan PMK, Sanitasi dan Disinfektan

Seminar Wartawan Pokja Gedung Sate dengan tema Jawa Barat Juara Menuju Bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (24/11).

KAPOL.ID – Hingga 2035, Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak diprediksi belum akan hilang.

Kabid Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Supriyanto menjelaskan
jika hal tersebut tak terlepas dari tingginya jumlah hewan ternak seiring tingkat konsumsi masyarakat yang juga tinggi, termasuk di Jawa Barat.

“Kondisi tersebut berdasarkan peta jalan yang sudah disusun pemerintah pusat. Menurutnya, jumlah hewan ternak di Jawa Barat mencapai 750 ribu,” ucap dia saat menjadi pemateri dalam seminar Wartawan Pokja Gedung Sate dengan tema Jawa Barat Juara Menuju Bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (24/11).

Menurutnya, pada sisi lain, tingkat kesadaran peternak akan kebersihan masih dirasa sangat kurang.

Intinya, pencegahan itu dari tingkat kebersihan.

Ia menjelaskan, penyebaran virus PMK sangat mudah terjadi, seperti melalui kandang, kendaraan saat perpindahan, dan petugas peternakan yang tidak mengutamakan kebersihan.

Dikatakan, harusnya sanitasi dan disinfeksi diutamakan.

“Kandang dan kendaraan harus rutin dibersihkan, termasuk dengan rutin membuang kotoran, lalu didisinfektan,” ujarnya.

Selain itu, petugas peternakan juga harus mengutamakan kebersihan.

“Apalagi kalau dari luar mau ke kandang, bajunya harus didisinfektan, sepatunya juga. Agar virus-virus dari luar tidak terbawa ke kandang,” ucapnya.

Tak hanya itu, proses isolasi terhadap hewan kurban mutlak diperlukan.

“Hewan yang sehat harus dipisahkan. Juga ketika ada hewan datang, harus diisolasi dulu. Ini salah satu kunci pentingnya,” katanya.

Lebih lanjut dia katakan, penyebaran virus PMK ini diperparah oleh masih sedikitnya jumlah vaksin.

“Makanya yang diprioritaskan untuk divaksin adalah sapi dan kerbau, karena nilai ekonominya tinggi. Pada tahun 2022 ini, kami optimis vaksinasi hewan ternak di Jawa Barat sudah mencakup 200 ribu lebih hewan kurban,” kata dia.

Untuk mencegah penularan yang lebih massif lagi, pihaknya mengingatkan agar pengelola peternakan agar lebih mementingkan kebersihan.

“Kuncinya itu, dari kebersihan, terutama saat pengiriman/perpindahan hewan,” katanya.

Jawa Barat, menjadi daerah tujuan hewan ternak dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan provinsi lainnya.

“Saat pengiriman, kebersihan harus diperhatikan. Sanitasi, sebelum menaikkan hewan, pastikan kendaraannya bersih,” ujarnya.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Faiz Rahman, memastikan pihaknya terus mengupayakan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan PMK.

“Termasuk terkait kebersihan kepada pengelola ternak. Berbagai saluran dilakukan untuk sosialisasi tersebut seperti melalui media arus utama, media sosial, dan kanal informasi lainnya,” katanya.

Karena, memang kuncinya dari sosialisasi, penyebarluasan informasi tentang pencegahan PMK.

Terpantu, pada kesempatan itu dilakukan juga doa bersama dan penggalangan dana untuk korban gempa Cianjur. ***