KANAL

Dari Karya hingga Apresiasi, Kang Galih Dimuntur Bagikan Hadiah di Puncak Sumedang Ngabatik

×

Dari Karya hingga Apresiasi, Kang Galih Dimuntur Bagikan Hadiah di Puncak Sumedang Ngabatik

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Pendopo Kecamatan Sumedang Utara, salah satu bangunan bersejarah di Kabupaten Sumedang, menjadi saksi lahirnya komitmen pengembangan batik khas Kasumedangan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan “Gelar Karya, Pameran dan Penganugerahan Karya Batik Tulis Khas Kasumedangan” yang digelar di Pendopo Kecamatan Sumedang Utara, Minggu (20/9/2026).

Mengusung tema “Sumedang dalam Motif Batik: Sejarah, Budaya, Alam, dan Kearifan Lokal”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat identitas sekaligus karakter khas batik Kasumedangan.

Anggota Komisi XI DPR RI, Galih Dimuntur Kartasasmita, menegaskan pihaknya akan terus mengawal karya para perajin agar batik Kasumedangan semakin dikenal dan mendapatkan pengakuan yang lebih luas.

Salah satu langkah strategis yang tengah didorong yakni pendaftaran Indikasi Geografis (IG) bagi batik Kasumedangan. Menurutnya, sertifikasi tersebut penting untuk memberikan perlindungan hukum sekaligus memperkuat pengakuan terhadap kekhasan batik yang berasal dari wilayah Sumedang.

“Harapan besar kami, Sumedang segera mengantongi sertifikasi Indikasi Geografis untuk batik Kasumedangan. Oleh karena itu, kami akan terus mendorong para pemenang untuk melenggang ke berbagai pameran tingkat nasional,” ujar Galih.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap kualitas karya yang dihasilkan para perajin. Seusai acara penutupan, Galih turut membeli karya batik tulis juara pertama, kedua, dan ketiga.

Hal serupa dilakukan Ketua Yayasan Batik Indonesia (YBI) Gita Pratama bersama jajaran pengurus yang turut membeli sejumlah karya batik tulis peserta.

Pembelian karya tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan kualitas para perajin sekaligus dukungan nyata agar batik Kasumedangan semakin berkembang.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Pelatihan, Cecep Yanyan, menjelaskan Sumedang Ngabatik 2026 diramaikan tiga agenda utama.

Pertama, Lomba Desain Batik Kasumedangan yang berlangsung sejak 13 Juli hingga 9 Agustus 2026. Lomba tersebut diikuti 50 peserta dari kalangan umum dan pelajar.

Kedua, sebanyak 52 perajin dari tujuh sanggar lokal mengikuti Pelatihan Membatik yang berlangsung di Aula Asrama Haji Islamic Center Sumedang pada 14–16 Agustus 2026.

Ketiga, agenda dilanjutkan dengan Lomba Karya Batik Tulis Kasumedangan yang berlangsung 10 Agustus hingga 17 September 2026.

Sebanyak 30 perajin ambil bagian dalam lomba tersebut dan menuangkan kreativitasnya melalui karya batik tulis dengan membedah desain juara pertama kategori umum sebagai rancangan master.

Pada acara penutupan, dewan juri menetapkan tiga karya terbaik sebagai juara. Sebagai bentuk apresiasi, karya juara pertama akan dibawa untuk ditampilkan pada peringatan Hari Batik Nasional di Surabaya pada Oktober 2026.

Rangkaian kegiatan Sumedang Ngabatik 2026 tersebut secara resmi ditutup oleh Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir.

Melalui rangkaian lomba desain, pelatihan, hingga pameran dan penganugerahan karya batik tulis, Sumedang Ngabatik 2026 menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, legislator, komunitas dan para perajin untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Ke depan, batik Kasumedangan diharapkan tidak hanya menjadi warisan budaya yang terus dilestarikan, tetapi juga berkembang sebagai identitas daerah yang memiliki karakter kuat, memiliki nilai ekonomi, serta mampu menembus pasar dan panggung pameran di tingkat nasional.

Catatan kecil Bro: saya sengaja menggunakan istilah “perlindungan hukum melalui Indikasi Geografis”, bukan “hak paten”, karena secara hukum Indikasi Geografis dan paten merupakan rezim kekayaan intelektual yang berbeda. ***