BIROKRASI

Menanti Langkah Konkret Pemkot Tasik Pascarakernas APEKSi

×

Menanti Langkah Konkret Pemkot Tasik Pascarakernas APEKSi

Sebarkan artikel ini
Myftah Farid

KAPOL.ID –
Sekretaris Umum IKA PMII Kota Tasikmalaya, Myftah Farid berharap rombongan Pemkot Tasikmalaya berangkat ke Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI XVIII di Kota Medan bukan hanya sekadar cerita.

Di tengah ancaman defisit APBD Kota Tasikmalaya, perjalanan ke Medan kemarin tidak boleh sekadar menjadi ajang seremonial. Studi banding tanpa bekas, atau sekadar ajang bertukar kartu nama di ruang pameran.

“Masyarakat Kota Tasikmalaya tidak butuh laporan normatif. Tapi menanti oleh-oleh konkret yang dibawa pulang oleh Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan beserta jajaran,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, tantangan fiskal Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta penjajakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Beberapa kota peserta APEKSI sudah berhasil merealisasikan hak tersebut.

Kemudian peningkatan ekosistem PAD melalui digitalisasi sektor pajak dan retribusi. Kebocoran potensi PAD harus disumbat, sebagaimana peserta APEKSI yang sudah berhasil menerapkan digitalisasi.

Serta aktualisasi tata kelola sampah berkelanjutan dan berteknologi. Dan inovasi ketahanan pangan perkotaan melalui budidaya microgreen.

“Tanpa tindakan aktual, tukar pengetahuan lewat APEKSI hanya akan menguap menjadi wacana kelola lingkungan yang usang.

“Ini semua harus dijawab lewat program kerja dinas terkait yang terintegrasi. Bukan sekadar dipajang di galeri dokumentasi foto rilis media sosial demi menggugurkan kewajiban dinas,” katanya.

Program

Terpisah, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan jajaran dinas akan merancang langkah konkret sepulang dari APEKSI Medan.

Baik bahasan dalam forum lingkungan hidup, forum pertanian. Maupun forum Komdigi, forum perencanaan daerah dan forum investasi.

“Mungkin bisa lebih cepat ini konsep microgreen, strategi taktisnya dalam 2-3 minggu ini dari dari Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangansudah ada.”

“Ini salah satu cara untuk mempertahankan dan meningkatkan indeks ketahanan pangan kita,” ujarnya.

Sementara pengelolaan sampah, tutur dia, hasil diskusi dengan peserta yang sukses dalam pengelolaan sampah harus didukung berbagai elemen.

“Khusus di bidang investasi, perizinan melalui OSS kita suarakan integrasi yang lebih maksimal. Bagaimana sistem yang baik gitu terintegrasi dengan baik jangan berubah-berubah kan,” jelasnya.

Viman menambahkan, peta investasi di Kota Tasikmalaya segera terrealisasi. Apalagi Rencana tata ruang wilayah sudah rampung.

“Tidak bisa dipungkiri, setiap kota membutuhkan investasi dari luar untuk mengakselerasi pertumbuhan wilayah.”

“Kita akan coba buat untuk implementasikan semuanya gitu termasuk juga nanti kerjasama antar daerahnya,” ujarnya.***