Mobil Bak Terguling; Sopir Terancam Penjara, Sebagian Penumpang Pulang

  • Bagikan
Kasat Lantas Polres Tasikmalaya meninjau korban lecelakaan lalu lintas mobil bak terguling.

KAPOL.ID–Polres Tasikmalaya terus menangani perkara tergulingnya mobil bak terbuka di Salawu, Minggu (9/1/2022). Peristiwa tersebut mengakibatkan sebanyak 22 ibu-ibu mengalami luka-luka.

Bedasarkan keterangan Kepala Unit Penegakkan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Tasikmalaya, IPDA Aripin, pihaknya sudah mengamankan sopir beserta kendaraan. Pengamanan sopir demi mengorek keterangan.

“Prosesnya terus berjalan. Bahkan statusnya sudah naik dari penyelidikan ke penyidikan,” terang Aripin kepada wartawan di Mapolres Tasikmalaya.

Perkembangan tersebut, lanjut Aripin, sekalipun merupakan kecelakaan tunggal tetapi terdapat indikasi kelalaian pengendara. Salah satu indikatornya adalah penyalah-gunaan fungsi kendaraan tersebut.

Baca Juga: Mobil Bak Terguling, 22 Ibu-ibu Nyaris Tewas

“Apalagi yang bersangkutan (sopir) dengan sadar memgakui kalau mobil yang seharusnya digunakan untuk mengakut barang malah digunakan untuk mengakut manusia,” lanjutnya.

Secara hukum, kata Aripin, penyalah-gunaan fungsi kendaraan tersebut jelas merupakan pelanggaran lalu lintas. Apalagi sampai mengakibatkan penumpangnya mengalami luka-luka, bisa terkena Pasal 310 Ayat 2, dengan ancaman 1 tahun penjara.

Sementara sang sopir, Dede menerangkan bahwa dirinya hanya dimintai mengantar rombongan pengajian. Dirinya sama sekali memberikan tarif baku atau minimal. Sekadar meminta pengganti bensin.

“Setiap hari mobil bak itu digunakan untuk mengakut pecah belah. Kadang-kadang digunakan mengangkut manusia. Saya tahu melanggar aturan bila digunakan mengangkut manusia. Saya beranikan karena digunakan untuk rombongan pengajian,” ujar Dede.

Sementara terkait korban dari tergulingnya mobil bak tersebut, sebanyak 12 orang di antaranya sudah pulang ke rumah masing-masing. Sisanya masih mengalami perawatan di RSUD SMC.

“Karena memang korban ini hanya sebatas luka-luka ringan saja. Kalau yang luka berat pasih dirawat,” pungkas Aripin.

  • Bagikan