HUKUM

Modus Baru Penipuan Sasaran Aparat Desa 

×

Modus Baru Penipuan Sasaran Aparat Desa 

Sebarkan artikel ini
Istimewa*

KAPOL.ID – Seorang aparatur pemerintahan desa mengeluh. Karena, dia merasa ditipu oleh oknum yang mengaku dari lembaga pengawas pers.

Kartika, Bendahara Pemdes Cinangsi Kecamatan Cisitu Sumedang menjelaskan bahwa pada Sabtu (19/11/2022) siang, kedatangan tamu seorang pria yang mengaku panitia baksos.

Kartika pun mempersilahkannya masuk ke ruangan tamu di rumahnya.

Sepenggal pembicaraan pun dimulai, menurut Kartika jika pria tersebut mengaku dari lembaga pengawas pers Indonesia.

Maksud menemuinya, mengaku didasari perintah Kades Cinangsi Entis Sutisna terkait biaya bantuan baksos.

Dan, pria tersebut tampak menyodorkan kuitansi bertuliskan angka uang Rp 400 ribu.

Kartika pun memeriksa kuitansi bercap lembaga pengawas pers berwarna biru tersebut.

Memastikan hal itu, Kartika pun menghubungi ponsel Kades Entis Sutisna.

Namun, ponsel kades rupanya tak aktif dan Kartika pun akhirnya memberikan uang sesuai permintaannya.

Uang tersebut diberikan, alasannya Kartika menilai orang tersebut sangat meyakinkan.

Orangnya meyakinkan sekali, ujar Kartika ketika dikonfirmasi wartawan kapol.id melalui ponselnya.

Karena, kata Kartika, dia pun mengundangnya hadir pada acara baksos di islamic center pada hari minggu siang 20 November 2022.

Ia mengaku kesal, karena setelah ada jawaban dari kades ternyata menyatakan tak memerintahkan soal itu.

Akhirnya, Kartika pun melamun dan menyadari jika dirinya terdampak aksi penipuan.

Menurut isteri kades, bahwa pria tersebut sempat datanginya dan tak dilayani mengingat kades tak di rumah.

Kartika pun akhirnya mengusap dada dan berpesan kepada warga Sumedang agar waspada.

“Cukup saya saja yang menjadi korban. Jangan mudah percaya jika datang orang yang seperti itu,” ucap dia.

Dikatakan Kartika, jangan sampai ada korban baru dan abaikan saja.

Ia mengaku mengantongi foto serta kuitansi yang di tanda tangani orang tersebut.

Kades Cinangsi, Entis Sutisna membenarkan aksi dugaan penipuan tersebut.

“Saya sedang tak ada di rumah pada saat pria itu datang. Saya pun tak kenal orang tersebut, ada-ada saja,” ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Bidang Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kab. Sumedang, Aziz Abdullah meminta agar masyarakat tak sungkan melaporkan ke polisi jika ditemukan adanya dugaan tindakan pidana seperti kejadian di Cinangsi tersebut.

Ia berharap warga di pedesaan untuk intens komunikasi dengan Bhabinkamtibmas serta Babinsa.

Karena, itu sebagai upaya memastikan kebenaran informasi yang beredar di masyarakat.

Menurut Aziz, abaikan saja siapa pun yang mengklaim dari lembaga atau organisasi awak media, jika diduga berbau tindakan pidana seperti menipu atau meminta uang secara paksa.

“Waspada, bukan kali ini saja kami sering menerima laporan dan informasi berbau dugaan penipuan dan pemerasan ke kades dan kepala sekolah di Sumedang,” ujar Aziz yang juga ketua Forum Komunikasi Wartawan Sumedang (FORKOWAS).

Dikatakan, pelaku mengklaim lembaga wartawan dan beraksi sendirian mendatangi rumah korban, merupakan modus penipuan baru berkedok lembaga pers. ***