BISNIS  

Ngopi Ikut Gerakan Ekonomi Kota Tasik

Ilustrasi ngopi di salah satu kedai kopi di Kota Tasikmalaya.*

KAPOL.ID –
Ngopi di kedai kopi ikut menggerakan ekonomi Kota Tasikmalaya. Tercermin ketika Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Tasikmalaya merilis indeks harga konsumen (IHK) bulan November 2021.

“Kopi sebagai cerminan gaya hidup masyarakat mulai kembali bergerak. Dengan melakukan aktivitas di luar rumah.”

“Seperti menikmati suasana termasuk kafe penyedia kopi,” kata Kepala KPw Bank Indonesia Tasikmalaya, Darjana dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (2/12/2021).

Kopi bubuk, kata dia, tercermin pada survei indikator Indeks Harga Konsumen. Dengan andil 0,014 persen dan masuk lima besar dalam penyumbang inflasi.

“Secara umum bulan November 2021 mengalami inflasi sebesar 0,17% lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,03%.”

“Signal inflasi ini menunjukkan mulai bergeliatnya ekonomi di Priangan Timur sebagai dampak dari pelonggaran status PPKM di Kota Tasik,” katanya.

Andil terbesar inflasi, jelas Darjana, masih didorong komoditas makanan khususnya telur ayam ras dan minyak goreng, disusul semen dan emas perhiasan.

“Telur ayam ras terdorong bantuan sosial tunai dan tunai dari pemerintah. Sementara minyak goreng permintaan meningkat sehubungan pemulihan ekonomi dari Covid-19,” katanya.

Ia mengatakan, untuk mengendalikan inflasi perlu mendorong masyarakat untuk diversifikasi pengolahan makanan menggunakan minyak goreng.

Sementara komoditas sayuran yang menjadi andil deflasi, dengan meminimalisir penurunan pasokan dampak cuaca ekstrim La Nina hingga Maret tahun 2022.

“Kedepan indikator inflasi perlu tetap didorong rendah dan stabil dalam rentang sasaran inflasi 3%±1 sebagai pemulihan ekonomi di daerah,” ucap Darjana.***