KAPOL.ID – Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Polda Jawa Barat menyambangi Mapolres Purwakarta, Rabu (4/11/2026). Kedatangan tim pengawas internal tersebut dalam rangka menggelar Audit Kinerja Tahap II Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan yang berpusat di Aula Mapolres Purwakarta ini dipimpin langsung oleh Irbid Itwasda Polda Jabar, AKBP Irwanto, S.I.K., M.H., dan menyisir berbagai aspek penyelenggaraan tugas kepolisian di lingkungan Polres Purwakarta.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa audit kinerja merupakan instrumen vital dalam pengawasan internal Polri. Langkah ini penting guna memastikan pelaksanaan tugas, manajemen organisasi, hingga penggunaan sarana dan prasarana berjalan tegak lurus sesuai ketentuan.
”Audit kinerja ini bukan sekadar rutinitas pemeriksaan formalitas, melainkan bagian penting dari upaya evaluasi dan pembenahan organisasi. Kita ingin memastikan seluruh tugas kepolisian berjalan profesional, transparan, dan akuntabel,” kata Hendra.
Dalam penelusurannya, tim audit Itwasda tak hanya meneliti dokumen administrasi, tetapi juga turun langsung melakukan pengecekan fisik. Mulai dari materiil Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), hingga pengawasan ketat pada gudang senjata api dan amunisi milik Polres Purwakarta.
Di sela-sela pemeriksaan, AKBP Irwanto turut mengumpulkan para Kapolsek jajaran Polres Purwakarta untuk memberikan arahan khusus mengenai implementasi Program Prioritas Kapolri dan Kapolda Jabar.
”Arahan ini ditekankan agar program prioritas betul-betul diresapi dan dilaksanakan secara optimal, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” jelas Hendra.
Lebih lanjut, mantan pejabat utama Polda Jabar itu menambahkan bahwa jajarannya terus mendorong seluruh satuan kerja (satker) dan Polres wilayah untuk menjadikan pengawasan sebagai budaya kerja, bukan sebatas pemenuhan kewajiban administrasi semata.
”Melalui pengawasan ini, setiap kekurangan bisa teridentifikasi sejak dini dan segera diperbaiki. Ujungnya, ini menjadi modal utama untuk mewujudkan institusi Polri yang semakin profesional, dipercaya publik, serta mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan humanis,” pungkasnya. ***








