KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) –
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Salah satunya diwujudkan melalui program peningkatan kualitas prasarana secara berkala.
Mulai malam ini, KAI Daop 2 Bandung menjadwalkan perbaikan geometri di Perlintasan Sebidang JPL Nomor 164 yang berlokasi di Jalan Sunda, Kota Bandung. Titik pengerjaan tepatnya berada di KM 156+800/900, di antara lintasan Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo menegaskan, proyek perawatan rutin dan terjadwal ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai tanggal 6 hingga 12 Juni 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi jalur rel tetap andal, aman, dan optimal.
”Perbaikan geometri jalur rel di perlintasan sebidang ini merupakan bentuk komitmen KAI dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Dengan kondisi prasarana yang selalu terjaga, operasional kereta api dapat berjalan dengan aman, selamat, dan nyaman,” ujar Kuswardojo saat memberikan keterangan resmi.
Kuswardojo memaparkan, teknis pengerjaan geometri ini meliputi beberapa aspek krusial. Di antaranya adalah penyesuaian elevasi permukaan jalan rel, perbaikan kelandaian, penyempurnaan radius lengkung, penyesuaian lebar sepur, hingga perbaikan konstruksi di sekitar area perlintasan
Agar pengerjaan berjalan efektif, pihak Daop 2 Bandung membagi rangkaian proyek ini ke dalam dua tahapan:
Tahap I (6 – 9 Juni 2026): Fokus pada pekerjaan teknis geometri jalur rel.
Tahap II (10 – 12 Juni 2026): Fokus pada proses pemadatan dan pengaspalan kembali jalan raya di sekitar rel.
Mengingat posisi perlintasan berada di jalur sibuk Kota Kembang, selama masa pengerjaan akan dilakukan penutupan sebagian badan jalan. Kondisi ini diprediksi bakal memicu potensi perlambatan arus lalu lintas.
”Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para pengguna jalan raya atas ketidaknyamanan ini. Penutupan sebagian jalan harus dilakukan agar proses pengerjaan berjalan lancar dan sesuai target. Ini semua demi keselamatan bersama, baik perjalanan kereta maupun kelancaran lalu lintas ke depan,” tambah Kuswardojo.
Guna mengantisipasi kemacetan parah, jajaran KAI Daop 2 Bandung dipastikan telah melakukan koordinasi matang dengan aparat kewilayahan setempat serta instansi terkait untuk skema rekayasa lalu lintas di lapangan.
Di sisi lain, momentum perbaikan ini juga dimanfaatkan KAI untuk kembali mengetuk kesadaran masyarakat. Pengendara diingatkan untuk selalu disiplin dan mematuhi aturan saat melewati perlintasan sebidang.
”Sesuai aturan, pengguna jalan wajib berhenti sejenak, tengok kanan-kiri, dan pastikan tidak ada kereta yang akan melintas sebelum menyeberang rel,” pungkas Kuswardojo. (Jae)












