Pemkot Bandung Beli Jelantah, Biar Drainase tidak Tersumbat

  • Bagikan
Jelantah (Ilustrasi).

KAPOL.ID–Pemerintah Kota Bandung meluncurkan program unggulan terbarunya, yaitu Beli Jelantah (BETAH). Peluncuran program ini berlangsung di Pendopo Kota Bandung, Minggu (26/9/2021).

BETAH sendiri merupakan salah satu bagian dari program KANGPISMAN (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan); hasil kolaborasi dengan PD Kebersihan, Bank Sampah Resik, serta Asosiasi Kafe dan Resto Kota Bandung.

Akun Instagram resmi Pemerintah Kota Bandung, @halobandung melansir bahwa Walikota Bandung Oded menyatakan, peluncuran program BETAH merupakan upaya pihaknya dalam mengurangi persoalan lingkungan. Salah satunya akibat membuang jelantah sembarangan.

“Program ini upaya dalam mengurangi persoalan lingkungan akibat jelantah yang kerap dibuang sembarangan, sehingga bisa menyebabkan penyumbatan drainase lantaran jelantah yang membeku,” ucap Oded.

Karena itu, melalui program BETAH, Pemerintah Kota Bandung akan membeli jelantah dari masyarakat. Selanjutnya, pemerintah akan mengolahnya menjadi bahan biodiesel.

Dengan cara demikian, Pemerintah Kota Bandung berupaya menanggulangi dua permasalahan sekaligus. Di samping menangani persoalan sampah, juga meminimalisir praktik para pengepul yang mengolah jelantah untuk dijual kembali.

Dalam postingan yang sama, Oded mengajak seluruh lapisan masyarakat Kota Bandung untuk lebih aktif membangun kerja sama, agar tercapai lingkungan yang terjaga kebersihannya.

“Masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara nyata, dengan cara menjual jelantah yang dihargai sekitar Rp 3.000 per kilo ini. Caranya, tinggal mendatangi Bank Sampah Resik di Jalan Babakan Sari 1 No. 46, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung,” tandasnya.

  • Bagikan