Kab. Tasik Beri Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal bagi Investor?

  • Bagikan
Deni Daelani, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: kapol.id/Amin R. Iskandar)

KAPOL.ID—Komisi I DPRD memandang Kabupaten Tasikmalaya sangat membutuhkan strategi untuk mewujudkan iklim investasi yang baik. Karena itu harus ada regulasi dan aturan mainnya.

Atas dasar tersebut Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya berinisiatif mengusulkan Ranperda tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal. DPRD menetapkan Ranperda tersebut melalui Rapat Paripurna, Senin (20/9/2021).

“Dalam hal pemberian insentif kepada investor, tentu Perda akan mengatur parameter-parameternya,” terang Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Deni Daelani.

Pada intinya, lanjut Deni, untuk mendapatkan insentif itu investor mesti memenuhi syarat-syarat tertentu; seperti menggandeng UMKM lokal dan mempekerjakan warga lokal. Bahkan boleh jadi masuk juga opsi supaya investor mempekerjakan orang berlatar belakang santri.

“Karena Kabupaten Tasikmalaya ini kan daerah yang religius. Jadi nanti opsi mempekerjakan orang berlatar belakang santri juga akan kita dalami dan kita munculkan dalam pembahasan Ranperda ini,” lanjutnya.

Insentif yang Ranperda tersebut maksud bisa bermacam-macam. Bisa dalam bentuk pengurangan pajak atau pengurangan retribusi. Perda lah yang nantinya mengatur parameter, nilai-nilai, dan indikator-indikatornya.

Bila Ranperda tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal rampung dibahas dan disahkan, kata Deni, maka akan berlaku bagi semua investor; baik investor dalam negeri maupun luar negeri.

“Intinya, siapa yang bisa menggarap potensi-potensi usaha di Kabupaten Tasikmalaya, semua bisa bernvestasi. Ketika banyak investor masuk, kemudian penyerapan tenaga kerja juga meningkat, perekonomian semakin tumbuh dan naik; itu tentu akan berdampak juga pada peningkatan pendapatan asli daerah,” Deni menandaskan.

  • Bagikan