Pencalonan Rektor Unsil, Guru Besar Unpad Asal Tasik Raih Keberuntungan

  • Bagikan
Guru besar Unpad, Prof Dr Nandang Alamsah Deliarnoor menyerahkan visi misi pencalonan Rektor Unsil dan diterima ketua panitia Prof Yus Darusman. ***

KAPOL.ID-Guru besar Universitas Pajajaran (Unpad) Bandung, Prof Dr Nandang Alamsah Deliarnoor mendapat respon luar biasa dalam pencalonan Rektor Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya.

Isyarat baik terus menghampiri Guru besar Unpad asal Tasikmalaya itu untuk bisa memenangkan kontestasi pemilihan Rektor Universitas Siliwangi.

Pada pemilihan nomor urut calon beberapa waktu lalu, Guru besar Unpad asal Tasikmalaya itu mendapatkan nomor urut lima.

Nomor itu tentunya memiliki relevansi dengan lambang Universitas Siliwangi berupa daun teratai bersudut lima.

Kemudian saat penyerahan visi misi calon ke Panitia Pemilihan Rektor Unsil pada Jumat 14/1/2022, Prof Dr Nandang Alamsah Deliarnoor ternyata calon Rektor ke lima yang menyerahkan visi misi.

Dan ketika ke luar ruangan pantai pencalonan Rektor langsung mendengarkan pembacaan Pancasila dari Gedung Rektorat.

“Serba kebetulan, tadi pas menyerahkan visi misi, kelima dan saat ke luar ruangan mendengar yang membaca pancasila di gedung Rektorat, subhanallah,” kata Nandang Alamsah Deliarnoor.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unsil, Prof. Yus Darusman menyambutnya dengan penuh kehangatan. Bahkan terjadi komunikasi yang sangat akrab antar keduanya.

Ketika berkas visi misi diterima panitia, Prof Yus Darusman langsung berkata semoga ini menjadi hoki bagi pencalonan.

Tanggal akhir penyerahan visi misi pencalonan Rektor Unsil pada Jumat 14 Januari 2022 hingga pukul 14.00 Wib. Tanggal 14 teridiri dari dua angka yakni angka 1 dan angka 4 yang jika disatukan menjadi angka 5 dan ini sesuai dengan nomor urut Prof Dr Nandang Alamsah Deliarnoor.

“Entah kebetulan atau memang susah menjadi isyarat, semoga saja apa yang diusahakan ini sejalan dengan guratan takdir yang sudah Allah tulis di lauhul mahfudz,” katanya.

Prof Dr Nandang Alamsah Deliarnoor mengatakan pencalonan untuk menjadi Rektor Unsil semata mata dalam rangka mencari kebaikan.

Sebab siapa yang akan menjadi Rektor Unsil sejatinya sudah ditetapkan Allah di lauhul mahfudz. Dan saat ini hanya sebatas berusaha.

Unsil kata Nandang Alamsah saat ini posisinya sudah bagus, tetapi sunatullah jika ke depan Unsil harus lebih bagus lagi.

Unsil harus lebih maju dan lebih unggul dan bisa bersaing dengan universitas lain di Indonesia dan di dunia. Tetapi Unsil tidak boleh meninggalkan kearifan lokal utamanya karakter kesundaan.

Silaturahmi dengan Hipusi

Nandang Alamsah Deliarnoor juga usai menyerahkan visi misi kepada panitia langsung bersilaturahmi dengan Himpunan Pegawai Universitas Siliwangi.

Dalam kesempatan itu Nandang Alamsah Deliarnoor mendengarkan apa yang menjadi keluhan para pegawai Unsil sejak Unsil sebelum menjadi Universitas Negeri.

Kepada para pegawai, Nandang Alamsah Deliarnoor menjelaskan tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Dan apa yang menjadi hak para pegawai harus segera diberikan.

Dan ketika Allah mentakdirkan dirinya menjadi Rektor Unsil maka apa yang menjadi keluhan para pegawai yang belum tuntas baik itu purna bakti dan segala hak para pegawai yang belum diterima akan diselesaikan dengan mekanisme yang baik dan berkeadilan.

“Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan insyaallah semua permasalahan yang ada akan selesai karena ada mekanisme. Yang pasti semua hak dan kewajiban pegawai harus selesai,” kata Nandang.***

  • Bagikan