Pembelajaran Tatap Muka sebagai Upaya Pengarusutamaan Mutu Pendidikan

  • Bagikan

Dian Sugiana, S.Pd.
SMP Negeri 1 Cibalong Kab.Tasikmalaya

Tidak terasa pembelajaran di awal tahun pelajaran semester genap telah dimulai setelah sekian lama libur akhir semester dilaksanakan. Tidak sulit nampaknya untuk memastikan bahwa semua komponen di lingkungan sekolah mulai berbenah dengan baik sebagai wujud pelayanan terhadap siswa.

Salah satu wujud pelayanan itu yaitu pembelajaran tatap muka antara guru dengan siswa. Pembelajaran tatap muka ini sangat dinanti oleh semua sebagai nuansa solutif atas bidang pendidikan di masa pandemi covid-19.

Tidak sedikit pembelajaran tatap muka ini hadir di berbagai jenjang pendidikan menengah ke atas yang umumnya berlangsung di kelas maya melalui pemanfaatan aplikasi daring di internet.

Secara umum kita sepakat dan mengakui bahwa esensi dari adanya pembelajaran tatap muka ini bisa dirasakan oleh siswa dan guru. Untuk siswa pembelajaran tatap muka ini sangat bermakna, antara lain yaitu terklarifikasinya semua pengetahuan yang ada.

Baik pengetahuan yang diberikan oleh guru di kelas maya maupun hal lain yang terkait dengan sumber pengetahuan dari media lain. Hal utama dari pembelajaran tatap muka ini adalah terbinanya akhlak mulia siswa melalui pembinaan dan komunikasi yang terpadu. Tentu banyak hal yang bisa terkait dengan pembinaan ini.

Untuk guru, pembelajaran tatap muka ini sangat berarti. Guru adalah figur orang pemberi terang yang bertanggungjawab langsung dalam menjaga mutu pembelajaran di kelas dan pendidikan secara umum. Dalam kegiatan pembelajaran tatap muka ini, guru dapat dengan mudah mengetahui kadar kemampuan siswa dan bantuan apa yang dibutuhkan siswa agar bisa berkembang. Terkait hal ini guru akan memiliki tolak ukur mengenai aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap siswa untuk menggapai tujuan pendidikan.

Terkait pengertian dari pengarusutamaan, penulis mengadopsi istilah ini dari hal lain di elaerning.menlhk.go.id.,(11/01/2022). Penulis berpendapat bahwa pengarusutamaan bermakna upaya yang terprogram, termonitor, terevaluasi dan terukur dengan indikator yang bisa dicapai.

Proses ini dijalankan untuk menggiring aspek-aspek yang sebelumnya kurang penting dan termarjinalkan menjadi hal utama. Akhirnya akan menuju ke dalam putaran pengambilan keputusan dan pengelolaan aktivitas utama kelembagaan.

Pembelajaran tatap muka merupakan salah satu upaya penajaman peranan untuk memulai pencapaian tujuan pembelajaran sebagai muara pengarusutamaan mutu pendidikan di era sekarang.Dalam upaya mengawali pembelajaran tatap muka ini, kita senantiasa menjaga aturan dan ketentuan pelaksanaan tatap muka di sekolah.

Pemerintah dewasa ini telah berupaya mengatur mengenai upaya pembelajaran dengan mengeluarkan Surat Keputusan Bersama 4 Menteri (Kemendikbud, Kemenag, Kemenkes dan Kemedagri) tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi covid-19 sebagai rujukan.

Penulis berpendapat bahwa upaya pemerintah ini dilakukan untuk mengurangi dampak dari pandemi covid-19 dalam bidang pendidikan. Setidaknya, penulis berpendapat ada hal pokok yang menjadi perhatian kita yaitu sinyalemen hilangnya generasi pembelajar (leerning loss) secara umum dan kesenjangan mutu pendidikan di daerah.

Terkait hal ini maka sebagai insan pendidikan, kita memiliki peran dan tanggung jawab dalam mewujudkan mutu pendidikan untuk mencapai tujuan bangsa.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat maka penulis berpendapat bahwa ada 3 komponen utama dalam pengarusutamaan peranan untuk peningkatan mutu pendidikan, yaitu : guru, siswa dan orang tua sebagai anggota masyarakat.

Adapun peran sebagai guru bisa memanfaatkan pembelajaran tatap muka ini dengan cara : 1) mengaktualisasikan semua ide dan strategi mengajar yang baik, 2) mengefektifkan materi pembelajaran dan media pembelajaran, 3) tetap memberi contoh yang baik sebagai figur teladan pada siswa dan masyarakat.

4) menjaga pola komunikasi dengan siswa dan orang tua agar semua kompetensi siswa dan harapannya bisa terwujud, 5) menjunjung tinggi semangat kebersamaan dalam kebaikan dan menjaga kekompakan untuk kemajuan, dan sebagainya.

Semua hal yang penulis paparkan tadi tentunya sangat banyak dan sangat variatif. Semua peran guru saat pembelajaran tatan muka ini ada dalam dalam koridor yang sesuai dengan norma dan aturan.

Untuk siswa, pembelajaran tatap muka ini sangat penting dengan mengambil peranan sebagai berikut : 1) senantiasa berpikiran maju dan mengoptimalkan kemampuan melalui pembelajaran tatap muka.

2) senantiasa berfikir klarifikatif dengan bertanya pada guru atas pengetahuan yang diperoleh dari guru atau sumber lain. Kita mengetahui bahwa siswa memiliki kesempatan bahkan kemampuan melalui akses internet secara luas.

Hal ini bisa diindikasikan dengan bertebarannya aplikasi di smartphone dan tentunya hal ini akan berdampak pada pemikiran dan perilakunya, 3) menjaga hubungan baik dan senantiasa menjaga silaturahmi dan menghargai diantara sesama siswa, 4) menjaga pola hidup sehat serta melaksanakan protokol kesehatan, dan sebagainya.

Untuk peranan yang bisa dilakukan oleh orang tua saat pembelajaran tatap muka ini antara lain : 1) memberi dukungan moril dan materil kepada siswa supaya bisa beradaptasi dengan keadaan ini, 2) memberikan penghargaan atas perilaku baiknya dan memberikan sanksi yang mendidik atas perilaku salah yang dilakukan siswa khususnya di luar sekolah, 3) memonitor secara langsung ataupun tidak langsung mengenai kemajuan belajar siswa dan kendala apa yang dihadapi siswa sebagai masukan pada guru di sekolah, dan sebagainya.

Terakhir, penulis berharap semoga dengan pembelajaran tatap muka ini menjadi cikal bakal terwujudkaya kenormalan baru. Tetaplah mengambil peran dan tanggungjawab sesuai kapasitas dan kemampuan kita sebagai aktulisasi pengartusutamaan peningkatan mutu pendidikan di tanah air.***

  • Bagikan