JAKARTA, KAPOL.ID – Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam industri pupuk global melalui ekspansi ekspor ke sejumlah negara.
Amran mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia telah mulai merealisasikan pengiriman pupuk ke Australia dengan volume mencapai 250.000 ton Urea.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari target ekspor ke Australia yang diproyeksikan menyentuh angka 1 juta ton.
Menurut Amran, kerja sama ini mendapat respons positif di tingkat tertinggi, di mana Perdana Menteri Australia dilaporkan telah berkomunikasi langsung dengan Presiden Joko Widodo guna membahas kelanjutan kemitraan tersebut.
“Pupuk kita sudah ekspor ke Australia, dan Perdana Menteri Australia menelepon Bapak Presiden. Rencana kita satu juta ton, dan yang sudah jalan 250.000 ton Urea,” ujar Amran saat memberikan keterangan kepada awak media. Rabu (22/4)
Tak hanya Australia, pasar internasional kian melirik produksi pupuk tanah air. Amran menyebutkan bahwa Duta Besar India juga telah melakukan komunikasi langsung dengannya untuk meminta pasokan pupuk sebesar 500.000 ton.
“Dubes India langsung telepon saya, minta 500.000 ton. Australia sudah ambil dan sudah dikirim. Jadi, kita harus bangga dengan negara kita,” tambahnya.
Meski volume ekspor terus meningkat, Amran masih enggan merinci nilai valuasi kontrak tersebut secara mendalam.
Ia menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan kalkulasi akhir guna memastikan data nilai ekspor yang akurat sebelum dipublikasikan ke masyarakat.
Keberhasilan menembus pasar Australia dan potensi besar di India ini diharapkan mampu memperkuat neraca perdagangan Indonesia di sektor pertanian.***






