OPINI  

Pilkada Momentum untuk Memilih Pemimpin Terbaik

Pilkada Kabupaten Tasikmalaya tinggal beberapa bulan lagi. Pertengahan Juni pendaftaran cabup-cawabup di buka KPUD, Masa Kampanye lalu pencoblosan tanggal 20 September 2020.

Pilkada merupakan mekanisme yang di sediakan konstitusi negara kita dalam memilih pemimpin di tingkat provinsi (gubernur/wakil gubernur) dan di tingkat Kabupaten/Kota (bupati/walikota dan wakilnya) secara langsung di pilih oleh rakyat.

Terlepas dari perdebatan plus minusnya memilih kepala daerrah secara langsung, Pilkada adalah sarana yang sah terjadinya sirkulasi elit politik di tingkat lokal, dimana rakyat memiliki kesempatan dan kebebasan untuk memilih siapa figur yang paling tepat dan pas untuk memimpin daerahnya 5 tahun kedepan.

Dalam kenyataannya, ketika kita di hadapkan pada kesempatan untuk menentukan pilihan, maka media informasi terkait kandidat calon masih amatlah terbatas. Para sosok yang berniat dan memiliki minat maju biasanya mulai melakukan kegiatan sosialisasi bertemu dengan masyarakat langsung, baik dalam komunitas, kelompok, pengajian dan lain-lain.

Selain itupula mereka mulai memasang nerbagai pose ‘terbaik” dan “tergenit” nya untuk terpampang di medua outdoor, apakah itu banner, baligo maupun bilboard berbayar. Tentu dengan beebagai bumbu jargon yang di bunyikannya. Di Tasikmalaya misalnya muncul jargon “Tasik Hade”, Tasik Berkharisma, Tasik Yakin, Tasik Nyaring, Tasik Cekas, Tasik Bersahaja, Tasik Jaya, Tasik Nyantri, Tasik Masagi, Tasik Laris, dan lain sebagainya.