Connect with us

POLITIK

Pilkada Serentak 2022, Nasdem Sebut Pepep-Eman Cabup dan Cawabup Potensial

|

KAPOL.ID – Saat pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini, empat pimpinan partai politik di Kabupaten Majalengka melakukan pertemuan silaturrahmi politik jelang Pilkada serentak 2022 di rumah pribadi Ketua DPD Partai Golkar Majalengka H Asep Eka Mulyana.

Hadir pada pimpinan DPD Partai Nasdem, PKB Majalengka dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sekretaris DPD Partai Nasdem Kabupaten Majalengka, Dasim Raden Pamungkas secara tidak langsung memuji politisi kawakan asal PPP, H Pepep Saeful Hidayat dan karir birokrat Sekda Majalengka H Eman Suherman.

Menurut Dasim, kedua sosok tersebut memiliki pengalaman karir bagus di profesinya masing-masing.

Secara birokrasi, Eman Suherman dinilai memiliki banyak berpengamalan sedangkan Pepep merupakan politisi yang sudah makan asam garam di dunia perpolitikan Majalengka maupun Provinsi Jawa Barat.

“Dari pengalaman birokrasi Eman pernah menempati beberapa pos penting di birokrasi. Seperti camat, Kabag Kesra, Kepala Dinas sosial, setelah jadi Kepala Dinas Sosial menjadi Kepala Dinas Dersa dan KB yang hari ini menjadi DPMD, dilanjut bidang infrastruktur yakni Kepala Dinas PUTR dan saat ini menjadi Sekda,” terangnya.

Sedangkan Pepep sosok yang berhasil menjadi anggota DPRD Kabupaten Majalengka selama tiga kali dari daerah pemilihan (Dapil) yang berbeda.

Kemudian pindah ke Dapil Majalengka dan membuktikan Pepep sangat jago dan lihai berkomunikasi dan bersosialisasi dengan seluruh elemen masyarakat.

“Tiga kali menjadi anggota DPRD dan dua kali menjadi anggota DPRD Provinsi menjadi bukti jika Pak Haji Pepep merupakan politisi yang patut diperhitungkan. Sehingga mengansumsikan kalau dia punya pemikiran luas dalam memimpin Majalengka pada periode mendatang,” tuturnya.

Ketua DPD PKB Majalengka, Hamdi mengatakan, saat ini PKB telah memiliki kader potensial untuk dimunculkan sebagai pemimpin daerah.

Hal tersebut telah terbukti karena pernah mengikuti kontestasi perpolitikan mapun di masyarakat.

“Tapi di samping itu juga, PKB tidak menutup kemungkinan atau tidak menutup peluang menjadi incumbent,” kata Hamdi.

Ketua DPD Partai Golkar Majalengka, Asep Eka Mulyana menjelaskan, selain diskusi tingkat daerah, di tingkat pusat juga mulai membicarakan hal-hal bersifat sukses ke depan, namun tentu tidak dalam konteks pasangan.

“Wajar kalau Sekarang sudah mulai rame. Kalau Golkar mungkin lebih cair terhadap siapa saja yang akan maju ke depan. Golkar menyadari cuman punya 6 kursi masih kurang, tentu harus bergabung dengan partai yang lain,” kata Asep.

Kendati demikian, salah satu yang penting bagi Partai Golkar Ke depan adalah figur atau sosok pemimpin yang benar-benar bisa menguasai lini birokrasi maupun politik.

“Sampai waktunya tiba nanti, Golkar akan mengawal kebijakan pemerintah daerah agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh rakyat Majalengka,” ujarnya (Azizan)***

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •