KABAR POLISI

Polda Jabar Dalami Kematian Satpam Waduk Jatiluhur, 11 Saksi dan Rekaman CCTV Diperiksa

×

Polda Jabar Dalami Kematian Satpam Waduk Jatiluhur, 11 Saksi dan Rekaman CCTV Diperiksa

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Polda Jawa Barat memastikan penyelidikan kasus tewasnya seorang petugas keamanan (satpam) di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, terus berjalan.

Hingga kini, polisi telah memeriksa sedikitnya 11 saksi serta mengumpulkan sejumlah rekaman CCTV untuk mengungkap penyebab kematian korban.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi yang memprihatinkan dengan kedua tangan terikat. Polisi masih mendalami apakah peristiwa tersebut merupakan tindak pembunuhan.

“Ada saudara kita yang bertugas sebagai satpam di kawasan Waduk Jatiluhur. Korban ditemukan dengan cara yang cukup mengenaskan dan kondisinya dalam keadaan tangan terikat. Saat ini masih kami selidiki apakah merupakan dugaan pembunuhan,” kata Hendra kepada wartawan. di Mapolda Jabar, Senin (27/6/2026)

Korban, lanjut Hendra, telah dievakuasi dan menjalani proses autopsi. Hasil pemeriksaan forensik memastikan korban telah meninggal dunia. Sementara itu, penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap pelaku.

“Korban sudah kami evakuasi. Hasil autopsi juga menyatakan korban meninggal dunia. Saat ini selain proses pemakaman, penyelidikan juga terus berjalan,” ujarnya.

Menurut Hendra, Polres Purwakarta telah memeriksa sekitar 11 orang saksi yang diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai aktivitas korban sebelum hingga setelah kejadian.

Selain keterangan saksi, penyidik juga tengah menganalisis sejumlah rekaman kamera pengawas yang diperoleh dari lokasi dan sekitarnya.

“Kurang lebih sudah 11 saksi diperiksa. Kami juga sedang memeriksa beberapa rekaman CCTV. Kami membutuhkan waktu agar kasus ini bisa diungkap secara tuntas,” katanya.

Terkait beredarnya informasi di media sosial yang mengaitkan kasus tersebut dengan kelompok geng motor, Hendra meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan.

Ia menegaskan, penyidik tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga ditemukan bukti yang cukup.

“Memang ada postingan di media sosial yang mengaitkan dengan kelompok geng motor. Namun saat ini kami masih mengedepankan asas praduga tak bersalah. Semua informasi masih kami dalami,” tegasnya.

Menanggapi isu bahwa korban sempat menegur pelaku vandalisme sebelum ditemukan meninggal dunia, Hendra menyebut informasi tersebut masih sebatas dugaan.

“Isunya memang seperti itu. Masih kami selidiki. Kalau nanti ada korelasi berdasarkan hasil pemeriksaan saksi maupun alat bukti lainnya, tentu akan kami sampaikan,” katanya.

Polda Jabar meminta masyarakat bersabar dan memberi ruang bagi penyidik untuk bekerja secara profesional hingga kasus tersebut berhasil diungkap. (FTH)