BISNIS  

Presiden RI Soal APBD Mengendap di Bank, Begini Kata Kepala KPw Bank Indonesia Tasik

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Darjana.*

KAPOL.ID –
Presiden RI Joko Widodo minta pemerintah daerah segera menyerap anggaran yang masih mengendap di bank beberapa waktu lalu.

Data dari Menteri Keuangan RI, sampai akhir November tahun 2021 ini mencapai Rp 226 triliun.

Ketika ditanya terkait hal tersebut, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Darjana memahami dampak terhadap perekonomian.

Sebab porsi belanja APBD menjadi komponen penting dalam ekonomi saat pandemi seperti sekarang.

“Belanja APBD juga saat ini menjadi sangat penting dan strategis saat pandemi seperti sekarang. Semakin cepat, tentu ekonomi ikut tumbuh.”

“Meski porsi pengeluaran konsumsi rumah tangga yang paling berpengaruh terhadap PDRB,” katanya.

Ia mengatakan, di wilayah Priangan Timur sendiri terdapat berbagai isu terkait pernyataan Presiden RI.

Mulai dari refocusing anggaran hingga pergantian kepala daerah sehingga ada pengaruh terhadap belanja APBD.

“Kalau detil (yang belum dibelanjakan), bisa ditanyakan langsung ke pemerintah daerahnya masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Tasikmalaya, Edi Ganda mengatakan, pertumbuhan kredit di wilayah Priangan Timur melebihi nasional.

Jika nasional berada di angka satu koma saat pandemi, Priangan Timur mencapai 8 persen.

“Ini menandakan UMKM kita ada pergerakan, laju pertumbuhan ekonomi dengan target 4,7-5,5 di tahun depan optimistis tercapai.”

“Serapan KUR juga sudah mencapai 70 persen, walaupun NPL kita secara nasional juga tinggi. Intinya perekonomian kita masih bergerak,” ucapnya.***