Rektor IPDN: Vaksinasi Covid-19, Bentuk Dukungan ke Pemerintah Tangani Covid-19

  • Bagikan

KAPOL.ID – Rektor IPDN Dr. Hadi Prabowo, MM beserta praja dan seluruh civitas akademika IPDN melaksanakan vaksinasi Covid-19 di Gedung Balairung Rudini IPDN Kampus Jatinangor.

Sejumlah 6.500 dosis vaksin sinovac disiapkan untuk praja dan civitas akademika IPDN oleh Kementerian Kesehatan RI.

Tak hanya IPDN, Aparatur Sipil Negara dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemendagri Regional Bandung dan Puslatbang PKASN LAN RI juga turut serta melakukan proses vaksinasi yang bertempat di Kampus IPDN ini.

Pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap mulai tanggal 7 hingga 9 April 2021 dengan jumlah total peserta yakni sejumlah 5.658 orang.

Terdiri atas 3.960 orang praja, 1.273 orang pegawai IPDN yang terdiri atas ASN sejumlah 792 orang dan Tenaga Harian Lepas (THL) sejumlah 481 orang, 300 orang pegawai LAN Puslatbang PKASN dan 125 orang pegawai PPSDM Kemendagri Regional Bandung.

Proses vaksinasi hari pertama dilakukan terhadap 1.882 orang, disusul hari kedua sebanyak 1.882 orang dan hari terakhir sejumlah 1.894 orang.

Rektor IPDN yang turut serta menerima vaksin pada hari pertama menyatakan bahwa proses vaksininasi ini merupakan salah satu bentuk dukungan kepada pemerintah dalam membantu mengurangi penyebaran dan penularan Covid-19 di Indonesia.

“Proses vaksinasi ini merupakan panduan dari Menteri Kesehatan RI dan juga usulan dari Bapak Mendagri untuk seluruh komponen Kemendagri. Semoga setelah melaksanakan vaksinasi, IPDN turut serta dalam membangun kekebalan kelompok atau herd immunity yang pada akhirnya akan dapat membantu dalam memutus rantai penyebaran atau penularan Covid-19,” ujarnya.

Proses pelaksanaan vaksinasi di IPDN ini diawali dengan proses administrasi data peserta vaksinasi.

Kemudian peserta vaksin akan menuju meja selanjutnya untuk melakukan pengecekan suhu tubuh, tensi dan lain-lain.

Selanjutnya, peserta akan menuju meja pemberian vaksin.

Vaksinator pada proses vaksinasi ini merupakan tenaga kesehatan gabungan, yang berasal dari Kemenkes, Kemendagri, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Poliklinik IPDN, Poliklinik LAN, Poliklinik PPSDM dan Ikatan Apoteker Indonesia.

“Pada hari pertama, penerima vaksin yakni muda praja dan sebagian ASN IPDN. Hari kedua, madya praja dan ASN IPDN, terakhir satuan praja utama, ASN di PPSDM, Puslatbang dan ASN IPDN yang tidak sempat hadir pada hari pertama maupun kedua. Selanjutnya setelah 28 hari kami akan melaksanakan proses vaksinasi tahap kedua. IPDN secara bertahap akan melakukan proses vaksinasi tidak hanya di IPDN kampus pusat tapi juga di IPDN kampus daerah,” ujar Rektor IPDN, Rabu (07/04/2021).

Meskipun telah mendapatkan vaksin, Rektor IPDN menghimbau agar seluruh penerima vaksin dapat tetap bertanggung jawab dalam menjaga protokol kesehatan. ***

 

  • Bagikan