KAPOL.ID – RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya kini punya solusi ampuh untuk selamatkan pasien stroke akut. Yaitu dengan terapi tombosis.
Terapi trombolisis sendiri merupakan terapi cepat yang melarutkan sumbatan di pembuluh darah otak. Sehingga aliran darah kembali normal sebelum otak rusak permanen.
Dari segi layanan, RSUD K. H. Z. Musthafa merupakan yang pertama di Priangan Timur yang buka layanan itu. Sejauh ini sudah menangani tiga pasien stroke. Hasilnya menunjukkan tingkat pemulihan pasien yang bagus.
“Stroke itu lawan waktu. Kalau sumbatan dihancurkan kurang dari beberapa jam sejak gejala muncul, peluang sembuh pasien jauh lebih besar,” terang dr. Eli.
Adapun kunci kesuksesan terapi ini terletak pada sistem Code Stroke. Begitu pasien masuk IGD, tim langsung bertindak. Melibatkan kolaborasi antara dokter saraf, bedah saraf, IGD, perawat, lab, radiologi, dan farmasi. Semua siaga selama 24 jam.
Alur kerjanya pun jelas. Mula-mula dengan identifikasi awal lebih kurang 10 menit. Lanjut pada CT Scan, untuk memastikan titik sumbatan.
Setelah semua data cocok, pasien masuk Stroke Corner. Di sinilah pasien mulai mendapat obat trombolitik.
Salah satu contoh kasus diutarakan oleh dr. Bili Muchamad Ramdani, spesialis Nourologi di RSUD K. H. Z. Musthafa. Ia menangani pasien yang masuk pada Rabu (17/6/2026) dini hari.
Kondisi pasien sedang lemah separuh badan kanan. Kesadarannya pun menurun. Kurang dari 30 menit semua pemeriksaan beres. Satu jam setelah obat masuk, pasien sudah menunjukkan perbaikan nyata.
“Perubahan biasanya kelihatan 1-2 jam setelah terapi. Pasien lebih muda juga hasilnya bagus. Terapi ini berlaku bagi pasien di bawah 80 tahun dan datang pada masa golden period stroke, antara 4 hingga 5 jam sejak merasakan gejala,” kata Bili.
Di pihak lain, ahli syaraf di RSUD K. H. Z. Musthafa; dr. Indra Gunawan menegaskan kesigapan keluarga membawa pasien ke Rumah Sakit menjadi faktor kunci. Jika lambat, maka penanganan akan lebih sulit.
“Semua pihak harus bergerak. Code Stroke jadi kunci penyelamatan karena dokter standby 24 jam di RSUD ini,” kata Indra.
Kesiapan bukan hanya pada dokter, tetapi juga pada ketersediaan obat trombolitik sebagai komponen utama terapi. Ini bagian dari penguatan layanan penyakit katastropik program KJSU-KIA Kementerian Kesehatan.
“Dengan adanya layanan ini, warga Tasikmalaya dan Priangan Timur tidak perlu jauh-jauh ke luar daerah. Penanganan stroke akut jadi lebih cepat, tepat, sesuai standar. Risiko cacat atau kematian akibat stroke bisa ditekan signifikan,” tandas Indra.
Adapun keluarga pasien stroke asal Leuwisari, Nia mengaku sangat lega. Sebab ayahnya yang sempat lumpuh dan tak mampu bicara, kini berangsur pulih. Setalah satu jam, pasien bika kembali berkomunikasi.
“Alhamdulillah penanganannya bagus. Ayah saya dapat tertolong dengan cepat. Tadi kami bawa ke sini karena sudah tidak bisa gerak dan bicara. Sekarang sudah bisa ngobrol lagi,” ujar Nia.







