Rumitnya LKPN Online Jadi Kendala, Soal Pelayanan Perizinan

  • Bagikan

KAPOL.ID – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sumedang menggelar sosialisasi Online Single Submission Risk Based Approach (OSS- RBA), Bimbingan Teknis Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), dan Pengawasan Berusaha Berbasis Resiko, bertempat di Sapphire City Park Sumedang.

Kabid Pengendalian Data Pelaporan Informasi Penanaman Modal pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sumedang, Engkos Koswara mengatakan hari ini adalah kegiatan lanjutan dari dua sesi kegitan sosialisasi.

Pada sesi pertama dilaksanakan pada tanggal 8 dan 17 Oktober dan sekarang kegiatan terakhir sampai besok.

Ia menuturkan, tapi untuk peserta kita berbeda yakni peserta dari Apindo, Asprnaé dan sekarang dari PGRI terakhir besok dari pesertanya dari UMKM.

Kegiatan ini bertujuan menyosialisasikan OSS RBA. Karena, sekarang sudah lembaga baru terkait terkait dengan pelayanan perijinan yang di Launching Presiden RI pada tanggal 9 Agustus bahwa seluruh perijinan wajib melalui OSS RBA termasuk di kabupaten kota se-Indonesia.

“Kenapa kami melakukan sosialisasi?, karena ini barang baru supaya tidak ribet lagi, dan itu sebagai kewajiban kami untuk memsosialisasikan bagi para pengusaha,” ujarnya.

Dimana setiap kegiatan kami undang 54 orang jadi secara keseluruhan sudah 150 lebih.

“Tidak hanya tentang RBA, tapi ada juga tentang Bimtek Penyusunan Kegitan Laporan Penanam Modal,” ujar dia.

Karena ini adalah kewajiban bagi pelaku usaha, sampai sekarang di Sumedang hanya yang bergerak dibidang industri yang melaporkan LKPN yang rutin melaporkan, selain itu belum.

“Jadi kami mengundang Asprumnas atau para pelaku usaha UMKM yang belum melakukan pelaporan LKPN,” ucapnya.

Sementara, kendala yang sering terjadi dalam pendaftaran online yakni rumitnya LKPN Online, jadi kami melakukan kegiatan ini supaya mereka paham.

“Kami berharap dengan kegiatan ini para pelaku usaha lebih patuh terhadap aturan terkait pelaporan LKPN serta supaya paham terkait pendaftaran perijinan wajib melalui OSS RBA,” ujarnya. ***

  • Bagikan