Sepak Bola Santri Putri Pesantren Al Khoiriyyah, Dibina Pelatih dari Amerika

  • Bagikan

KECERIAAN tergambar jelas pada wajah puluhan santri putri Pesantren Al Khoiriyyah, Kelurahan Lebak Jaya, Kecamatan Karangpawitan.

Bagaimana tidak, saat itu mereka bisa bermain sambil belajar terkait teknik-teknik bermain bola.

Kesempatan seperti itu sangat jarang mereka dapatkan apalagi mereka dilatih langsung oleh sejumlah pelatih dari luar negeri tepatnya dari Negara Amerika yang juga didampingi sejumlah pelatih dari Indonesia.

Kesempatan itu mereka dapatkan karena secara kebetulan pesantren tempat mereka menimba ilmu terpilih menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan Sports Visitor Program yang diselenggarakan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat.

Di Kabupaten Garut sendiri, Pesantren Al Khoiriyyah menjadi tempat satu-satunya yang terpilih sedagkan se-Jawa Barat, selain Garut kegiatan serupa juga dilaksanakan di Kabupaten Bandung dan Tasikmalaya.

Menurut Staf Public Affair Kedubes Amerika Serikat, Delia Vitananda, kegiatan tersebut terselenggara berkat kerja sama Kedubes Amerika Serikat dengan organisasi nonprofit untuk mendatangkan pelatih sepak bola asal Amerika Serikat.

Tujuannya tak lain untuk lebih memperkenlakan olah raga sepak bola kepada kalangan pelajar, terutama kaum perempuan.

“Kenapa lebih kepada pelajar perempuan yang jadi sasaran pelatihan ini? Karena di Amerika sepak bola perempuan sudah sangat umum dan diharapkan di Indonesia kaum perempuannya juga bisa tertarik dengan olah raga yang paling banyak diminati warga ini,” ujar Delia saat ditemui di sela kegiatan latihan di lapang futsal Pesantren Al Khoiriyyah, Rabu (18/9/2019).

Dikatakannya, dalam kegiatan ini pihaknya mendatangkan dua pelatih langsung dari Amerika Serikat yakni Jennifer Smith dan Charlie Crawford.

Jennifer merupakan pelatih sepak bola profesional putri di negaraya sedangkan Charlie juga seorang pelatih sepak bola.

Ia menyampaikan, program yang diadakan tahun ini merupakan terusan dari program yang sudah dilaksnakan tahun sebelumnya.

Pada tahun lalu, pihaknya sudah mengirimkan 14 pelatih dari Indonesia ke Amerika untuk berlatih selama dua minggu.

Melalui kegiatan ini tambah Delia, juga diharapkan anak muda lebih mau berpartisipasi dalam olahraga sepak bola.

Khususnya kaum perempuan diharapkan termotivasi untuk menjadi atlet sepak bola.

Salah seorang pelatih sepak bola dari Amerika Serikat, Jennifer Smith, mengaku sangat senang bisa berpartisifasi dalam kegiatan yang dinilainya sangat besar manfaatnya ini.

Apalagi selama ini dirinya punya keinginan sangat kuat untuk bisa menularkan keahlian yang dimilikinya kepada kaum perempuan untuk tak takut menjadi seorang atlet.

“Saya bisa main karena dapat kesempatan. Dari olahraga, banyak hal yang bisa saya dapatkan seperti tubuh yang sehat, bisa punya banyak teman di tim dan saya mau anak-anak ini juga punya hal yang sama seperti saya,” kata Jennifer.

Ia juga menyebutkan, dari olahraga juga bisa belajar keterampilan dan kepemimpinan. Tentunya ia berharap, para pelajar tersebut bisa membuat komunitas olahraga yang lebih baik.

Sementara itu salah seorang santri yang menjadi peserta pelatihan, Asypi (14) mengaku sangat terkesan dengan kegiatan itu. Apalagi ia baru pertama kali belajar dengan pelatih dari luar negeri yang tentunya kesempatan ini tak bisa dimiliki oleh semua orang.

Asypi mengaku tidak menemui kendala berarti saatmengikuti program latihan. Meski pelatihnya berasal dari luar negeri dan tak bisa berbahasa Indonesia, akan tetapi ada penerjemah yang juga disiapkan.

“Ada penerjemah yang membantu kami berkomunikasi. Selain itu kami juga bisa menggunakan bahasa isyarat yang kian lama tentu kian mudah dipahami,” ucap Asypi.

Kegiatan tersebut diakuinya juga menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga bagi dirinya. Apalagi materi pelatihan yang diberikan dinilainya cukup komplit mulai dari teknik pemanasan sampai teknik bermain dengan sangat bagus termasuk cara menggiring bola yang baik. (Aep Hendy S)***

Foto | Puluhan santri Pesantren Al Khoiriyyah, Kelurahan Lebak Jaya, Kecamatan Karangpawitan mengikuti kegiata pelatihan sepak bola melalui Sports Visitor Program yang diselenggarakan Kedubes Amerika Serikat.

  • Bagikan